Kepala Manajer Unit Pelayanan Pelanggan PLN Kraksaan Hendy Pranata mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan listrik padam. Terutama di daerah selatan Kabupaten Probolinggo, seperti Kecamatan Gading, Krucil, dan Tiris.
“Dalam hal ini (padam) 95 persen penyebabnya adalah pohon. Pohon yang roboh dan menyentuh jaringan kami dapat menyebabkan mati lampu. Di wilayah selatan itu pohonnya sangat berdekatan dengan jaringan,” ujarnya, kemarin.
Karenanya, pihaknya mengantisipasi dengan setiap hari mengontrol daerah selatan. “Setiap harin ada empat tim yang keliling untuk mengontrol pohon di wilayah selatan. Kalau ada pohon yang kiranya mengganggu, maka akan dipangkas,” ujarnya.
Faktor lainnya penyebab mati lampu, kata Hendi, di antaranya, senar layang-layang, hewan, dan sesuatu lain yang menyentuh jaringan PLN. Karena, apapun hal yang menyentuh jaringan listrik milik PLN, otomatis alirannya akan mati. Itu dilakukan untuk mencegah terjadinya korban jiwa.
“Seperti senar layangan, itu juga bisa menyebabkan padam. Penyebabnya karena bila ada sesuatu yang menyentuh jaringan kami, aliran listriknya akan mati. Proteksinya memang dibuat seperti itu. Ditambah lagi memang bahaya kalau alirannya masih hidup. Apalagi, ketika hujan,” jelasnya.
Di samping itu, memasuki masa pancaroba, membuat PLN harus bekerja ekstra dalam mengontrol pohon yang membahayakan jaringan. PLN juga meminta masyarakat ikhlas membiarkan pohonnya yang dekat dengan jaringan dipangkas.
“Antisipasi padam ini juga butuh dukungan dari warga pemilik kayu yang mendekati jaringan. Agar tugas kami dalam memberi pelayanan listrik bisa maksimal. Paling tidak memperbolehkan kami melakukan pengamanan jaringan saat ada pohon yang membahayakan,” ujarnya. (mu/rud) Editor : Jawanto Arifin