Pemkab Probolinggo akan melibatkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memprioritaskan pembangunan di desa tersebut. Harapannya, tahun depan tidak ada lagi desa yang berstatus sebagai desa tertinggal.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Deas (PMD) Kabupaten Probolinggo Tatok Krismahento mengatakan, tahun ini Kabupaten Probolinggo belum bebas dari desa tertinggal. Tahun kemarin, di Kabupaten Probolinggo, tercatat masih ada 9 desa tertinggal. Dengan dorongan dan menggenjot pembangunan, akhirnya 8 desa berhasil naik status meninggalkan status desa tertinggal. “Kini tersisa satu desa. Yaitu, Desa Tambak Ukir, Kotaanyar,” katanya.
Sedangkan, jumlah desa berkembang juga terus berkurang dari sebelumnya 228 desa menjadi 197 desa. Sebab, banyak desa berkembang levelnya naik menjadi desa maju. Karenanya, jumlah desa maju terus bertambah. Sebelumnya, hanya 84 desa, kini ada 120 desa. Begitu juga dengan desa mandiri. Ada tiga desa yang naik tingkat, sehingga kini ada 7 desa mandiri.
Tatok mengungkapkan, satu desa tertinggal menjadi PR dan prioritas tahun depan. Untuk bisa meninggalkan status desa tertinggal, membutuhkan peran semua OPD. Mulai dari akses jalan di Desa Tambak Ukir, yang masih hanya ada satu akses. Kemudian, perekonomian tidak ada unit perbankan dan lainnya. Karenanya, tahun depan akan libatkan banyak OPD untuk bisa membangun Desa Tambak Ukir.
“Tidak bisa diselesaikan satu OPD. Polanya nanti akan berintegrasi. Nanti kami upayakan akan lebih baik lagi dan pada 2021 tidak akan ada lagi (desa tertinggal). Itu sudah tertuang dalam rencana kegiatan APBD 2021,” jelasnya. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin