Ranting dan pohon kerap menjadi kendala dan penyebab padamnya listrik. Terutama jika jaringan kabel terkena ranting atau pohon yang tumbang.
Kepala ULP PLN Kraksaan Hendy Pranata mengatakan, perabasan pohon tiap harinya terus dilakukan. Hal itu lantaran hujan yang masih sering terjadi, sehingga menyebabkan ranting pohon mudah tumbuh. Hal tersebut dapat membuat jaringan listrik terganggu.
“Tiap harinya ada puluhan titik. Hal tersebut guna mencegah terjadinya gangguan pada jaringan listrik, sehingga dapat menyebabkan mati lampu. Jadi hal ini memang sangat penting dilakukan,” ujarnya.
Adapun titik perabasan tersebut dilakukan di seluruh wilayahnya secara bergantian. Saat ini pihaknya telah menyiapkan tujuh regu. “Seluruh wilayah kerja kami, yakni di 13 kecamatan. Jadi perabasan pohon ini dilakukan secara bergantian. Tiap regu itu berisi 5 petugas,” ujarnya.
Dari keseluruhan regu tersebut, terhitung pihaknya menargetkan 60 titik perabasan pada semua wilayah. Regu ini sebelumnya telah dilakukan penambahan, dari yang awalnya hanya 4 tim.
“Tiap harinya bisa lebih dari target. Hal itu menyesuaikan saat di lapangan, terkadang kan ada lokasi yang sulit dan mudah. Sebelumnya penambahan regu ini kami lakukan, khususnya dilakukan di wilayah selatan Probolinggo seprti Tiris, Gading, Krucil dan Pakuniran,” ujarnya.
Sebelum memotong ranting atau pohon, pihaknya lebih dahulu melakukan koordinasi dengan pemilik pohon. Hal tersebut dilakukan guna untuk memberi pemahaman agar pemilik pohon bisa mengerti, sehingga tidak terjadi hal yang diinginkan.
“Kami berkoordinasi dengan pemerintah setempat, agar proses perabasan berjalan lancar. Perabasan sendiri dilakukan dengan memangkas pohon sehingga berjarak 3 meter dari kabel listrik,” ujarnya. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin