Kebakaran itu sendiri pertama kali diketahui sekitar pukul 00.30, Minggu (9/8). Saat itu, api tiba-tiba berkobar di rumah yang terletak di Perum Kertas Leces C11/5 tersebut.
Kapolsek Tegalsiwalan Iptu Lukman Wahyudi saat dikonfirmasi membenarkan kebakaran tersebut. Dua orang penjaga gudang, yaitu Heru dan Anang, adalah yang pertama mengetahui kebakaran terjadi. Keduanya melihat kobaran api dari kabel di atas plafon gudang tempat penyimpanan obat pertanian itu.
Mengetahui ada kebakaran, keduanya langsung memadamkan api menggunakan tabung pemadam kebakaran. Namun, upaya itu tidak berhasil. Sebab, api merambat dan membesar dengan cepat.
”Karena api cepat menjalar dan membesar, dua saksi tidak berhasil memadamkan api dengan tabung pemadam kebakaran,” katanya.
Kedua penjaga itu lantas menghubungi pemilik gudang. Mereka juga menghubungi petugas Damkar Kabupaten Probolinggo untuk memadamkam api.
Dua unit mobil damkar pun turun ke lokasi. Namun, proses pemadaman tidak mudah dilakukan. Dua unit mobil Damkar itu harus beberapa kali mengisi tangki dengan air untuk memadamkan api.
Sekitar 3,5 jam setelah kebakaran, api akhirnya berhasil dipadamkan. Namun, hampir semua rumah dan gudang saat itu habis terbakar.
”Kebakaran baru bisa dipadamkan sekitar pukul 04.00. Saat itu kondisi sebagian rumah hangus terbakar. Sementara untuk gudang, hampir semuanya terbakar,” terangnya.
Berdasarkan keterangan korban Ali Nurmaksim menurut Kapolsek, kebakaran itu menimbulkan kerugian besar. Korban ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar. Sebab, rumah, gudang dan semua isinya ludes terbakar.
”Kami masih menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran. Dugaan sementara, api muncul karena hubungan arus pendek listrik ayau korsleting,” ujarnya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin