Kasi Pengembangan dan Pemeliharaan Taman pada DLH setempat Bedjo Rijanto mengatakan, meski hutan kota ditutup untuk umum, aktivitas di dalam hutan kota masih terus berjalan. Hutan kota tersebut bisa dikata sebagai pusat pembibitan untuk tanaman DLH setempat.
“Kalau petugas masih tetap masuk di sana. Seperti biasanya mereka bertugas untuk merawat dan melakukan pembibitan tanaman,” katanya.
Ia menjelaskan, di tengah pandemi korona seperti saat ini, petugas hutan kota difokuskan untuk memperbanyak pembibitan bunga. Sedangkan untuk proses produksi pupuk pihaknya masih menunda hingga penanganan pandemi corona berakhir.
“Yang sangat dimungkinkan dalam kondisi pandemi ini memperbanyak pembibitan. Jadi, untuk sementara selama pandemi ini berlangsung, kami fokus dulu ke pembibitan, terutama pembibitan bunga,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan, nantinya bibit-bibit bunga itu akan ditanam di taman median yang ada di Kota Kraksaan. Sebab, beberapa bunga di taman median tersebut sudah ada yang layu dan mati.
“Kalau bunganya layu apalagi mati mati kan tidak bagus dilihatnya, jadi pembibitan ini kami siapkan untuk melakukan tambal sulam,” paparnya.
Bedjo berjanji, selama pandemi pihaknya untuk merawat taman median jalan. Sebab jika dibiarkan, maka kondisi taman median jalan akan semakin parah terlihat. “Kalau dibiarkan semakin tidak bagus nanti dilihatnya. Sehingga nanti akan dilakukan penanaman bibit bunga di taman median jalan,” katanya. (mg1/fun) Editor : Fandi Armanto