Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Baru Pulang Umrah 10 Maret, 34 Warga Kab Probolinggo Dipantau

Jawanto Arifin • Kamis, 19 Maret 2020 | 14:17 WIB
Photo
Photo
KRAKSAAN, Radar Bromo - Sebanyak 34 warga Kabupaten Probolinggo masuk orang dalam risiko (ODR) korona. Mereka adalah rombongan jamaah umrah yang baru pulang Selasa (10/3). Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo pun langsung mengoordinasikan hal ini.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, ada rombongan jamaah umrah yang berangkat ke Makkah-Madinah pada 26 Februari. Mereka terdiri atas 34 orang dan baru pulang Selasa (10/3). Dari 34 orang itu, sebanyak 20 orang jamaah umrah perempuan dan 14 orang sisanya laki-laki.

HZ, salah satu jamaah umrah yang termasuk dalam 34 orang itu mengatakan, dirinya berangkat umrah di hari akhir Pemerintah Arab Saudi menetapkan larangan sementara kegiatan umrah.

Namun, dirinya bersama rombongan jamaah umrah lainnya, melaksanakan ibadah umrah sesuai jadwal. Termasuk, jadwal kepulangan pun tidak berubah. ”Alhamdulillah, kami sudah pulang Selasa, 10 Maret,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Pria asal Kraksaan Kabupaten Probolinggo itu menceritakan, selama proses kepulangan, di Bandara Internasional King Abdul Azis, Jeddah, Arab Saudi dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Selain itu, dilakukan penyemprotan pada seluruh tubuh dan barang bawaan.

Lalu, saat sampai di bandara Juanda Surabaya, hal serupa dilakukan. Mereka yang baru turun dari pesawat, diperiksa suhu tubuhnya. ”Alhamdulillah, semua kondisi jamaah umrah sehat dan lolos pemeriksaan,” tuturnya.

Sejauh ini, dikatakan HZ, dirinya dan para jamaah umrah lainnya dalam kondisi sehat. Tidak ada pemeriksaan kesehatan saat sampai di Kabupaten Probolinggo.

Namun, atas inisiatif sendiri dirinya konsultasi ke dokter di Kabupaten Probolinggo. Karena sepekan lalu baru pulang dari menjalankan ibadah umrah.

”Atas inisiatif sendiri, saya konsultasi ke dokter. Alhamdulillah, kami sehat dan diimbau untuk menjaga pola makan dan gizi ma­kanan,” ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Boedi Yoelianto mengatakan, pihaknya sudah minta pada staf satgas untuk koordinasi dengan travel di Kraksaan yang memberangkatkan 34 jamaah itu. Tujuannya, mendapatkan data nama dan identitas 34 jamaah umrah yang baru pulang Selasa (10/3).

Selanjutnya, identitas itu akan disebarkan ke puskesmas masing-masing wilayah. Puskesmas diminta untuk memeriksa orang yang bersangkutan.

”Status mereka yang baru pulang dari luar negeri masuk orang dengan risiko (ODR). Kalau diperiksa suhu tubuhnya tinggi, baru masuk ODP (orang dalam pantauan). Selanjutnya, orang ini akan masuk PDP (pasien dalam pengawasan). Jika positif, maka masuk suspect,” terangnya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin
#virus corona #covid-19 #pemkab probolinggo #umrah saat virus corona #satgas percepatan penanganan covid 19