Salah seorang pandai besi Desa Alastengah Sunarto mengatakan, ketika musim hujan banyak petani yang sawahnya mudah teraliri air. Karenanya, kegiatan bercocok tanam sangat memungkinkan dilakukan. Hal inilah yang menurutnya, membuat pesanan peralatan pertanian meningkat.
“Selain sabit dan cangkul, juga banyak pesanan yang lain. Karena cangkul biasanya yang dijadikan alat untuk membuka dan menutup aliran air di sawah-sawah,” ujarnya.
Ketika kemarau, Sunarto mengaku hanya memproduksi barang ketika ada orang yang memesan atau barang mudah laku di pasaran. Pesanannya pun tidak datang setiap hari. Namun, selama musim hujan, hampir setiap hari ada orderan.
“Biasanya memang menunggu pesanan. Tapi, sekarang setiap hari ada. Karena yang pesan bukan hanya dari desa sini, sehingga produksinya dilakukan setiap hari,” ujarnya.
Orderan yang diterima Sunarto bukan hanya untuk pengadaan barang. Tetapi, banyak juga yang datang untuk memperbaiki peralatan pertaniannya yang sudah mulai rusak. “Kalau pisau saat ini memang jarang yang pesan. Paling hanya untuk mempertajam. Kalau alat pertanian banyak. Baik yang memesan ataupun yang sekadar ingin memperbaiki,” jelasnya.
Tarif yang dipatok Sunarto, bervariatif. Mulai Rp 40 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Menurutnya, besaran harga itu tergantung kualitas barang. “Tergantung bahan juga. Tetapi, kalau hanya memperbaiki seikhlasnya yang mau beri. Saya tidak mematok harga kalau untuk itu,” ujarnya. (mg1/rud/fun) Editor : Fandi Armanto