Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sehari, Ada Dua Aksi Massa Berunjuk Rasa di Kantor Pemkab Probolinggo

Jawanto Arifin • Selasa, 3 Maret 2020 | 11:00 WIB
Photo
Photo
KRAKSAAN, Radar Bromo - Dua aksi unjuk rasa mendatangi kantor Pemkab Probolinggo, Senin (2/3). Dua aksi tersebut dilakukan oleh dua LSM berbeda. Aksi itu berjalan tertib walau sama-sama melibatkan banyak orang.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, aksi pertama dilakukan massa dari LSM Lira. Kedatangan mereka adalah buntut dari pengusiran wartawan yang dilakukan pejabat Inspektorat beberapa waktu lalu. Massa aksi datang sekitar pukul 10.00 dengan mengendarai mobil dan juga kendaraan roda dua.

Setibanya di depan kantor bupati, mereka langsung melakukan orasi. Ada enam tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut. Menurut Syamsudin, Ketua LSM Lira, dalam tuntutannya, menentang adanya pegawai pemerintah yang arogan. "Seharusnya, oknum ispektorat tersebut tidak demikian terhadap teman-teman pers," katanya. Karena itu, pihaknya juga menuntut pemkab memberikan sanksi tegas kepada pegawai yang melanggar norma dasar, kode etik dan kode perilaku aparatur sipil negara.

Photo
Photo
AKSI TANDINGAN: Aksi LSM Permasa yang datang ke kantor pemkab, usai LSM LIRA beraksi sebelumnya. (Foto M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Tuntutan selanjutnya yakni massa meminta Ahsanunas, petinggi Inspektorat untuk mengundurkan diri, diberhentikan atau dimutasi. Mereka juga meminta agar pemkab menjamin keterbukaan informasi publik.

Aksi itu mendapat tanggapan dari Inspektorat, Sigit Sumarsono. Dia menemui massa didampingi Ugas Irwanto kepala Bakesbangpol, Asisten satu Tutug Edy Utomo dan Kepala Bagian Humas Protokol Heri Mulyadi. Pihaknya menerima apa yang menjadi aspirasi massa. "Kami menerima apa yang menjadi tuntutan massa. Nanti akan kami sampaikan kepada pinpinan terlebih dahulu sebagai tindak lanjut," ujarnya.

Setelah massa pertama bubar, datang kemudian massa tandingan. Mereka mengatasnamakan LSM Permasa. Sama dengan LSM Lira, massa dari LSM Permasa membawa ratusan massa dan melakukan aksi di tempat yang sama. "Kami di sini tidak akan berbuat onar. Kami di sini mendukung pemkab. Selama kepemimpinan Bupati ini, kami merasa Kabupaten Probolinggo aman dan damai. Jangan ada yang coba-coba membuat gaduh di Probolinggo," kata Saudi Hasyim selaku ketua LSM Permasa.

Setelah puas berosasi, lantas mereka masuk ke dalam gedung pemkab. Tujuannya, untuk menyerahkan selembar kertas yang isinya dukungan terhadap pemkab. (sid/fun) Editor : Jawanto Arifin
#lsm permasa #pemkab probolinggo #lsm lira