Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, panjang ruas jalan ini sekitar 2 kilometer. Di sepanjang jalan ini, ada tiga titik lubang yang cukup parah. Pertama di Desa Wangkal dan dua lainnya di Desa Nogosaren.
Salah satu pengendara motor asal Desa Kertosono, Kecamatan Gading, Aqiqur Rahman, 30, mengatakan, kerusakan jalan itu sudah terjadi sejak tahun lalu. Lubang jalan cukup dalam, sehingga membahayakan pengendara.
“Lubangnya lumayan dalam. Sampai kalau ada mobil pribadi yang lewat, bempernya bisa menyentuh ke jalan. Beda lagi kalau roda dua, saat lewat di sini tidak jarang ban motornya kempes,” ujarnya, kemarin.
Seorang pedang sayur asal Desa Kertosono Mahrus Ali, 37, menyatakan hal serupa. Menurutnya, ruas jalan Wangkal-Prasi merupakan jalan satu-satuya untuk bisa sampai ke Pasar Wangkal. Ruas jalan ini juga mejadi akses menuju Puskesmas Wangkal.
“Tak jarang orang yang lewat di jalan ini berebut jalan mencari jalan yang bagus. Sehingga, meresahkan pengendara lain. Jalan ini merupakan jalan utama yang digunakan puluhan desa untuk ke pasar atau hendak ke Puskesmas Wangkal,” ujarnya.
Menanggapi keluhan warga, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Asrul Bustami mengatakan, ruas jalan Wangkal-Perasi itu sudah pernah ditangani pada 2019. Namun, pengerjaannya belum tuntas.
“Pada 2020 belum masuk pada anggaran, disebabkan keterbatasan anggaran. Sehingga, nanti akan diupayakan masuk program selanjutnya. Mungkin akan dilakukan dengan peningkatan jalan dengan menggunakan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) atau hotmix,” ujarnya. (mg1/rud/fun) Editor : Jawanto Arifin