Keterbatasan anggaran disebutkan menjadi kendala utama. Sebab anggaran yang melekat di Dinas PUPR (pekerjaan umum dan penataan ruang), diprioritaskan pada infrastruktur jalan KSPN (kawasan strategis pariwisata nasional).
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, Dinas PUPR melalui APBD 2020, mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp 111 miliar untuk pengembangan dan pengelolaan kebinamargaan. Sedangkan untuk prioritas KSPN sudah sekitar Rp 72 miliar.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Rachmad Waluyo melalui Kabid Bina Marga, Asrul Bustomi saat dikonfirmasi mengatakan, soal rehab jembatan Banyuanyar belum masuk tahun depan. Mengingat, kondisi keterbatasan kemampuan anggaran APBD.
"Untuk tahun depan, belum ada rehab jembatan. Termasuk rehab jembatan Banyuanyar belum masuk," katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Kamis (21/11).
Asrul menjelaskan, anggaran infrastruktur jalan yang dialokasikan di Dinas PUPR, sebagian besar untuk alokasi jalan KSPN. Bahkan, tahun depan khusus infrastruktur jalan KSPN mencapai sekitar Rp 72 miliar. "Akses jalan KSPN mendapatkan perhatian cukup besar. Untuk menunjang KSPN yang ada di Kabupaten Probolinggo," terangnya.
Selain itu dikatakan Asrul, anggaran kebinamargaan yang ada juga diperuntukkan pemeliharaan rutin. Mengingat, infrastruktur jalan yang telah ada dibutuhkan pemeliharaan rutin.
"Kondisi jembatan Banyuanyar masih kuat dilalui kendaraan bermotor. Hanya saja, dibutuhkan pelebaran. Mungkin tahun anggaran berikutnya bisa dimasukkan," tuturnya. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin