Mereka menjajakan berbagai jenis dagangan. Mulai makanan, minuman, pakaian, buah-buahan, tasbih, dan lain-lain. Para pedagang dadakan itu berjajar di kanan-kiri jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer. Salah satu ada warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Muslih.
Pedagang pakaian itu mengatakan, dagangannya banyak yang laku terjual dalam acara haul kemarin. Menurutnya, omzet selama sehari bisa menembus Rp 2,5 juta. “Saya jualan mulai tadi (kemarin) pagi, alhamdulillah banyak yang laku. Biasanya saya jualan di Pasar Kalibuntu, omzet sehari sekitar 500 ribu,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Nanang, warga Pasuruan. Pria yang setiap tahun berjualan aneka jenis kopiah itu, omzetnya juga naik drastis. Bahkan, ia sudah berjualan sejak Sabtu (12/10). Selain dirinya, ada 9 warga Pasuruan yang juga juga berjualan serupa.
“Alhamdulillah, omzet jualan kali ini bisa menembus Rp 2 juta. Saya biasanya berjualan di lokasi wisata religi Segoropuro, Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.
Selain mereka, juga ada Sukainah, warga Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Ia bersama tiga orang temannya berjualan beraneka jenis dodol di lokasi haul. Menurutnya, jualan kali ini bukan yang kali pertama. Selain haul, Sukainah mnegaku juga sering berjualan dodol ketika ada kegiatan di Pondok Pesantren Islam Al Habib Muhammad Shodiq bin Husein. “Selama dua hari ini pendapatan saya bisa menembus dua juta,” ujarnya. (uno/*) Editor : Jawanto Arifin