Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Belum Bisa Bersihkan Sungai Tercemar Popok di Besuk

Jawanto Arifin • Selasa, 1 Oktober 2019 | 11:15 WIB
Photo
Photo
BESUK, Radar Bromo - Sungai di Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo menjadi perbincangan. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya popok yang tergenang di sungai tersebut.

Banyak warga menyayangkan dan meminta dinas terkait untuk segera mengambil tindakan. Salah satunya yakni Samsudin, salah seorang warga setemlat. Menurutnya, sungai yang banyak popok itu bernama sungai Rayati. Tetapi, belakangan nama itu tidak dipakai oleh warga. Warga lebih memilih memanggil sungai itu dengan sebutan sungai popok.

“Dari kecil setahu saya ini namanya sungai Rayati, tapi sekarang sudah umum masyarakat di sini nyebutnya sungai popok, karena genangan popok yang menumpuk,” kata.

Tumpukan popok yang tergenang di sungai, sangat disayangkan. Menurutnya, selain merusak pemandangan, juga membuat kondisi air sungai menjadi tercemar. “Sebenarnya airnya bersih, popok-popok menjadi banyak lantaran ada ulah orang tak bertanggung jawab. Biasanya mereka melempar dari jembatan. Entah warga mana yang membuang popok ke sungai ini," ujarnya.

Air di sungai itu sendiri masih bermanfaat oleh warga. Warga kerap mencuci di sungai. Karena itu, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan pihaknya meminta agar dinas terkait melakukan tindakan. "Yang kami harapkan hanya itu,” jelasnya.

Sementara itu, Ahmad Hasyim Asyari, kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggi mengatakan, sebenarnya pihaknya telah menerjunkan satu unit alat berat pada hari ini. Tujuannya untuk segera membersihkan popok itu.

Tetapi, karena terkenda akses, pihaknya menarik kembali peralatan yang telah diterjunkan ke lokasi. "Sudah kami datangi dengan peralatan lengkap. Tetapi, karena aksesnya terbatas, alat berat yang kami datangkan tidak terpakai. Karena itu, besok kami akan melakukannya secara manual,” jelasnya.

Ia juga berpesan, jika nanti sungai itu telah bersih, warga jangan sampai ada yang membuang sampah di sungai. Pihaknya akan memasang larangan. "Ini perlu kesadaran. Karena itu mari menjaga lingkungan dengan baik. Jangan seenaknya. Nanti akan kami pasangi larangan agar tidak terulang,” terangnya. (sid/fun) Editor : Jawanto Arifin
#diapers #sungai popok #pampers #sungai tercemar popok