Berhembus kekhawatiran para perwakilan mahasiswa itu diculik. Karena itu, aksi pun jadi ricuh. Massa sempat membakar sejumlah alat untuk unjuk rasa. Mereka juga memblokir jalur pantura. Jalur pantura pun lumpuh total selama sekitar setengah jam.
Sebelumnya, aksi mahasiswa itu berjalan lancar. Mereka berorasi menyampaikan aspirasinya bergantian. Bahkan, mereka kemudian menggelar tahlilan.
Beberapa saat kemudian, 15 perwakilan mahasiswa masuk ke gedung DPRD untuk bertemu anggota DPRD. Saat itulah, massa berubah beringas.
Sebab, proses diskusi antara perwakilan mahasiswa dengan pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo berlangsung cukup lama. Mereka khawatir, perwakilan mahasiswa diculik.
Karena itu, mahasiswa yang menunggu di luar akhirnya memaksa masuk ke gedung DPRD untuk mengetahui jalannya diskusi. Namun, upaya mereka dilarang petugas kepolisian yang berjaga di lokasi unjuk rasa.
Massa itu emosi dan berubah jadi ricuh. Mereka membakar beberapa alat aksi, seperti beberapa banner. Asap hitam pekat pun mengepul di depan kantor DPRD. Tidak berhenti sampai di situ. Tidak lama kemudian, massa turun ke jalan. Mereka memblokade jalan pantura. Karena aksi itu, jalan pantura macet total. Baik dari arah barat dan arah timur. Semuanya kendaraan berhenti total selama sekitar setengah jam.
Melihat kondisi itu, pihak kepolisian tidak bisa berbuat banyak.. Mereka lebih memilih melakukan tindakan represif. Hal itu, terjadi hingga setengah jam. Rosit, salah seorang peserta aksi mengatakan, chaos terjadi lantaran ada kekhawatiran perwakilan mahasiswa diculik. Sebab, mereka terlalu lama berada di gedung DPRD. "Iya ada anggapan teman-teman kami diculik. Jadi, kami kemudian sempat berusaha masuk," ujarnya.
Di dalam gedung DPRD sendiri, 15 perwakilan mahasiswa hanya berdiskusi dengan pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo. Mereka menyampaikan enam tuntutan. Mereka juga meminta ketua DPRD untuk menandatangani pakta integritas. Namun, permintaan itu sempat tidak dituruti. Karena itu, diskusi berlangsung alot.
Diskusi akhirnya ditengahi oleh Wakil Ketua DPRD Oka Mahendra Jatikusuma. Oka menegaskan, pimpinan DPRD siap menandatangani pakta integritas.
Bahkan, ia berjanji akan membawa pakta integritas itu ke Jakarta, Senin depan. Itu, bertepatan dengan adanya kegiatan. "Kami siap untuk tanda tangan. Nanti akan kami bawa saat kami ke Jakarta," ujarnya.
Setelah selesai diskusi, empat pimpinan DPRD dan perwakilan mahasiswa keluar. Mereka menjelaskan tentang hasil diskusi. Lantas massa bubar sekitar pukul 13.30. Mereka juga membersihkan sampah di sekitar lokasi, sebelum membubarkan diri. (sid/hn) Editor : Muhammad Fahmi