Kebakaran ini terjadi pukul 07.30. Saat itu, korban Feby sedang berada di kios bensin miliknya di RT 6/RW 3 Dusun Krajan, Desa Wangkal, Kecamatan Gading. Lokasinya di sebelah selatan Pasar Wangkal. Seperti biasa, setiap pagi dia mengisi bensin dari jeriken ke botol.
Tak jauh dari tempat korban mengisi bensin, Al, 9, tetangganya sedang bermain. Al memang biasa bermain ke kios itu. Namun, pagi itu Al membawa korek api (api gas) dan memainkan korek api tersebut.
Bencana terjadi saat Al menekan pemantik di jarak yang dekat dengan bensin. Begitu pemantik korek ditekan, api langsung menyambar bensin. Semburan bensin yang berasal dari selang jeriken ke botol bensin, lantas mengenai tangan kanan dan betis kanan korban. Saat itu juga, korban pun tersambar api. Namun, korban sempat mendorong Al. Sehingga, Al tidak terbakar.
Api yang menyambar bensin, dengan cepat membakar kios dan sebagian warung sebelah timur di dekat kios. Dalam sekejap, api berkobar besar. Besarnya kobaran api membuat geger warga dan pengunjung pasar.
Mereka pun bahu-membahu memadamkan api secara manual. Api disiram dengan air dari selokan di sebelah timur kios bensin dan warung dengan menggunakan timba. Sekitar 30 menit, yaitu pukul 08.00, api pun berhasil dipadamkan.
Ditemui di Mapolsek, Kanit Reskrim Polsek Gading Iptu Sugeng Riyadi membenarkan kebekaran tersebut. Menurutnya, kebakaran itu terjadi, diduga akibat kecerobohan.
“Kebakaran itu terjadi karena kecerobohan anak kecil. Dia main korek api dan tidak sengaja membakar kios dan warung,” tuturnya.
Korban, menurut Sugeng, dibawa ke Puskesmas Gading untuk memperoleh pertolongan medis. Karena luka bakarnya tidak terlalu parah, korban diperbolehkan pulang dan melakukan rawat jalan.
“Walaupun tidak ada korban jiwa, api yang menghanguskan kios bensin dan warung menimbulkan kerugian sekitar Rp 7.500.000. Selanjutnya karena pelaku anak kecil, maka kami serahkan kepada orang tuanya,” jelasnya. (ar/hn/mie)
Editor : Muhammad Fahmi