Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Keluar Dini Hari, Warga Triwungan Kotaanyar Kendat

Jawanto Arifin • Jumat, 26 Juli 2019 | 13:06 WIB
Photo
Photo
KOTAANYAR, Radar Bromo - Perjalanan Sulaiman, 22 dan Ul, 52, menuju lahan pertaniannya mendadak terhenti. Dua warga Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, itu melihat tubuh lelaki menggantung di pohon kesambi.

Keduanya makin kaget ketika mengetahui lelaki yang gantung diri tersebut tetangganya, Nipun. Bapak tiga anak itu kendat di sebatang pohon kesambi di area kuburan menggunakan tampar merah muda.

Kanit Reskrim Polsek Kotaanyar Joko Subagio mengatakan, saat itu sekitar pukul 07.25, Sulaiman bersama Ul hendak ke sawahnya. Ketika melintas di area kuburan di sisi barat rumahnya, mereka menemukan orang tergantung di pohon.

Jarak antara kaki korban dengan tanah sekitar 2 meter. Mendapati itu, keduanya menyampaikan temuannya itu kepada pemerintah desa. “Setelah itu, pihak desa langsung menghubungi Polsek Kotaanyar,” ujar Joko.

Mendapati laporan itu, Joko mengaku, pihaknya bersama Koramil, Satpol PP, dan tim medis dari Puskesmas Kotaanyar langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Namun, jenazah korban sudah dievakuasi warga ke rumah duka. “Karena itu, kami langsung menuju rumah duka. Jaraknya kira-kira 300 meter ke arah barat dari tempat kejadian,” ujarnya.

Di sana, petugas medis langsung memeriksa jenazah korban. Hasilnya, mereka menemukan bekas jeratan tali tampar yang melingkar di leher korban. Joko memastikan tidak ada bekas atau tanda-tanda kekerasan.

“Pihak keluarga sudah pasrah dan menganggap memang jalan dari Yang Kuasa. Sehingga, keberatan jenazah korban diotopsi,” ujarnya. Karenanya, pihak keluarga diminta membuat surat pernyataan.

Dari hasil penyelidikan sementara, Joko mengatakan, korban nekat gantung diri diduga karena depresi. Sebab, menurut pihak keluarga, sudah tiga bulan Nipun menderita sakit di dada dan pusing.

Korban juga pernah melakukan perawatan kesehatan di sebuah rumah sakit di Surabaya. Serta, sering berobat ke Puskesmas Kotaanyar. “Tadi, tim medis dari Puskesmas Kotaanyar sampai kenal sama korban. Saking seringnya berobat ke puskesmas,” ujarnya.

Joko menambahkan, Rabu (24/7), pukul 10.00, korban sempat berada di TKP. Dia terlihat duduk dan termenung hingga ditemukan warga dan dibawa pulang oleh keluarganya. Kemarin, sekitar pukul 03.00, korban keluar rumah dan akhirnya ditemukan kendat. Usai Duhur, jenazah korban dimakamkan. (mg1/rud) Editor : Jawanto Arifin
#bunuh diri #polsek kotaanyar #gantung diri