Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengusaha Hotel dan Restoran Minta Kaji Ulang Rencana Kereta Gantung di Bromo

Jawanto Arifin • Sabtu, 20 Juli 2019 | 18:30 WIB
Photo
Photo
SUKAPURA - Meski masih rencana, pembangunan kereta gantung di Bromo mendapatkan protes dari pengusaha. Salah satunya, yaitu dari Perhimpunan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo. PHRI meminta agar wacana yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu dikaji ulang.

Photo
Photo
DINILAI BERPENGARUH: Wisatawan menikmati keindahan Bromo. Adanya kereta gantung dinilai akan membawa dampak terhadap pelaku wisata di Bromo. (Dok. Radar Bromo)

Sebelumnya, Pemprov Jatim mewacanakan akan dibangun kereta gantung di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kabarnya, wacana tersebut sudah disampaikan kepada pemerintah pusat. Nanun, hingga kini kelanjutan wacana itu masih belum ada kabar lanjutan.

Meski begitu, PHRI Kabupaten Probolinggo meminta wacana tersebut untuk dikaji ulang. Pasalnya, dari pada membangun sebuah kereta gantung, lebih baik dilakukan pembangunan sarana prasarana.

"Kereta gantung itu kan identik dengan wisata buatan. Sedangkan Bromo identik dengan wisata alam. Melihat dua sisi itu kami meminta jika memang mau diterapkan untuk di kaji ulang,” kata Digdoyo Djamaluddin Ketua PHRI setempat.

Belum lagi melihat para pelaku wisata yang ada di Bromo. Menurut pria yang akrab disapa Yoyok itu, jika nantinya wacana itu terealisasi, dikhawatirkan pelaku wisata akan sepi. Contohnya ojek kuda, jip dan lain sebagainya.

"Otomatis para wisatawan kan akan melihat keindahan Bromo dari kereta gantung. Karena itu, usaha yang dibawa akan sepi,” tuturnya.

Untuk itu, sekali lagi, pihaknya meminta untuk dilakukan pertimbangan. Bila perlu, pemerintah membenahi dulu sarana dan prasarana yang masih banyak kurang. "Kami kira itu yang terbaik. Jadi di kaji lagi baik dan buruknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo setempat, Yulius Christian mengatakan, pihaknya belum mendengar jelas secara pasti mengenai wacana itu. Menurutnya, jika itu memang akan dilakukan, maka tidak boleh mematikan jasa wisata yang ada. Perlu adanya kajian yang kompleks terhadap dampaknya.

"Kami masih belum mendengar jelas terkait itu. Tetapi, perlu ada kajian jelas mengenai dampak dari adanya kereta gantung itu,” tuturnya.

Yulius menambahkan, keberadaan kereta gantung harus bisa membangkitkan ekonomi pariwisata lokal. Sehingga, tidak malah mematikan tetapi menghidupkan. "Dengan demikian saling ada timbal baliknya,” ungkapnya. (sid/fun) Editor : Jawanto Arifin
#kereta gantung bromo #pariwisata probolinggo