Bangunan induk dikonsep dengan dua kamar tidur, ruang tamu, dan kamar mandi. Bangunan induk ini juga memiliki konsep desain minimalis. Namun, mewah dan luas. Serta, didukung dengan luas tanah berukuran 7 meter x 10 meter atau 6 meter x 11,7 meter. Di luar bangunan induk, developer menyiapkan lahan untuk garasi, dapur, dan halaman.
Direktur PT KCS Saifudin mengatakan, rumah subsidi dengan tipe 36/70 dikembangkan di tiga kompleks perumahan. Yakni, Sakinah Residence, Griya Mega Sakinah, dan Mutiara Sakinah. “Dengan tipe ini, rumah subsidi ini lebih luas dari rumah subsidi yang lain. Jarak antara lantai dengan plafon memiliki tinggi 3,20 meter. Ini demi kepuasan konsumen,” ujarnya.
Selain itu, rumah subsidi yang dikembangkan PT KCS, benar-benar memanjakan konsumen. Dibangun seperti rumah sendiri dengan spesifikasi teknis terbaik. Kamar mandi juga dilengkapi keramik setinggi 1,5 meter.
“Sementara, fondasi rumah kami bangun lebih tinggi dari jalan. Jadi, lebih kokoh,” jelasnya.
Menurutnya, selama ini banyak orang beranggapan, bahwa rumah subsidi itu bangunannya yang disubsidi. Padahal, angsurannya yang disubsidi pemerintah. “Yang jelas, di PT KCS kami membangun rumah dengan kualitas terbaik, luas, dan layak huni,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk menjaga konsistensi kualitas, bangunan, pihaknya tidak menjalin kerja sama dengan pihak lain. Melainkan dikerjakan sendiri. “Selain karena faktor kualitas, salah satu tujuannya agar ketika ada komplain bisa segera diatasi. Rumah baru kami beri garansi 4 bulan,” ujarnya. (uno/*/rud) Editor : Jawanto Arifin