Pemilik PT Shabilla Ebaldo Utama Rabat Tour Sidoarjo Sholehah Madjid mengatakan, 32 jamaah umrah asal Probolinggo, itu memaksa diberangkatkan. Bahkan, keluarga jamaah umrah ada yang mengancam membakar rumahnya jika sampai tidak diberangkatkan.
Padahal, dana talangan yang diajukan ke Primkopal, tidak disetujui. Sehingga, pihaknya harus mengeluarkan dana pribadi untuk memberangkatkan 32 jamaah tersebut. Karena dana harus menunggu penjualan aset pribadi, akhirnya jamaah umrah itu dibagi dua kloter.
Sholehah menegaskan, tidak ada jamaah yang telantar. Jamaah umrah asal Probolinggo, ada 32 orang. Total jamaah umrah gabungan dengan Madura ada 38 orang. Sebanyak 6 orang sudah berangkat sebelumnya menggunakan dana talangan. “Mereka semua membayar ke saya Rp 6,5 juta,” ujarnya.
Menurut Sholehah, mereka dibawa Mursida. Mereka menjual salah satu produk MLM yang harganya Rp 10 juta. Tapi, produk dan program itu di luar program PT-nya. “Primkopal awalnya sudah setuju ACC (setuju) mendanai pemberangkatan 38 orang. Sebanyak 6 orang berangkat duluan pada Maret. Mereka menyampaikan sepulang umrah akan melunasi dana talangan itu,” ujarnya.
Namun, kata Sholehah, sepulang umrah, 6 orang itu tidak membayar dan melunasi dana talangan dari Primkopal. Sehingga, nasib 32 orang jamaah umrah yang diajukan tidak dicairkan Primkopal.
“Karena 32 orang itu orang daerah, sudah terlanjur selamatan. Jadi, saya tetap mengusahakan memberangkatkan mereka menggunakan uang pribadi. Tapi, dalam perjalanan uang saya tidak ada yang cair,” jelasnya.
Karenanya, pemberangkatan yang dijadwalkan pada 22 April, tertunda pada 2 Mei dan 6 Mei. Sholehah mengaku, memberangkatkan 32 jamaah itu karena ada keluarga jamaah yang mengancam akan membakar rumahnya jika tidak berangkat.
“Mana ada umrah cuma bayar Rp 6,5 juta. Buat tiket pesawat saja tidak cukup. Saya berusaha menanggungnya. Ini saja saya sedang jual aset-aset untuk bisa memulangkan mereka. Saya berangkatkan karena ada keluarga jamaah yang mengancam membakar rumah saya. Jamaah umrah juga sampai cium-cium saya minta diberangkatkan karena malu sudah selamatan di rumah,” ujarnya.
Sholehah menegaskan, jamaah umrah yang diberangkatkanya tidak telantar. Mereka berada di hotel As-shobiah. Rombongan jamaah kloter pertama sudah dalam perjalanan pulang. “Diperkirakan sore ini (14/5), sudah sampai di Jakarta. Ini saya sedang siapkan tiket pesawat dari Jakarta ke Surabaya,” ujarnya.
Soal proses pemulangan jamaah kloter ke dua, Sholehah mengaku, tengah mengusahakan. Ia mengatakan, tengah menjual aset tanah. “Kalau kloter dua tidak ada keterlambatan pemulangan. Sesuai jadwal, pemulangan kloter dua masih hari ini. Sekarang saya masih carikan dana untuk tiket pemulangan,” ujarnya.
Soal selama 14 hari jamaah tertampung di kantor PT Shabilla Ebaldo Utama Rabat Tour Sidoarjo, Sholehah menjelaskan, penundaan pemberangkatan bukan hanya persoalan dana. Tapi, persoalan visa masih belum selesai. Karena, 17 April Pemilu. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin