Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jembatan Semipermanen di Andungbiru Rampung Dibangun, Dibatasi 3 Ton

Jawanto Arifin • Selasa, 29 Januari 2019 | 16:15 WIB
Photo
Photo
TIRIS - BPBD Kabupaten Probolinggo memastikan empat jembatan darurat terdampak bencana banjir bandang di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, telah rampung dibangun. Namun, khusus jembatan semipermanen yang bisa dilalui kendaraan roda empat, maksimal berat kendaraan 3 ton.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, empat jembatan darurat semipermanen di Desa Andung Biru telah rampung dibangun. Namun, hanya satu jembatan yang bisa dilalui kendaraan roda empat.

”Tiga jembatan lainnya itu hanya bisa dilalui pejalan kaki atau sepeda motor. Karena dulunya memang jembatan untuk sepeda motor,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Anggit –sapaan akrabnya– menjelaskan, untuk jembatan semipermanen yang bisa dilalui roda empat, dipasang rambu-rambu. Dimana, rabu itu tertulis maksimal beban kendaraan yang melintas jembatan tersebut adalah 3 ton. Karena jembatan tersebut bersifat darurat dan semipermanen.

Dikhawatirkan ada masyarakat beranggapan jembatan itu sudah permanen dan semua kendaraan bisa lewat. “Jembatan darurat semipermanen itu sampai menunggu pembangunan jembatan permanen. Jadi, kalau kendaraan yang beratnya lebih 3 ton, dilarang melintas,” jelasnya.

Seperti truk yang ada muatannya, menurut Anggit, tidak boleh lewat. BPBD pun sudah meminta pada pihak desa untuk mengawasi. Dikhawatirkan, jembatan itu putus sebelum dibangun jembatan permanen karena ada truk muatan yang melintas.

Disinggung soal rencana pembangunan jembatan permanen, Anggit mengaku masih belum dapat memastikan. Dimana, pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengajukan bantuan ke Kementerian PU untuk dilakukan pembangunan jembatan yang terdampak bencana.

“Kalau jembatan yang ada ini ukuran panjang 14 meter dan lebar 3 meter. Jadi, bisa dilalui kendaraan roda empat. Tapi, jangan melebihi berat 3 ton,” ungkapnya. (mas/rf) Editor : Jawanto Arifin
#bencana andungbiru #bencana tiris #banjir bandang