Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jembatan Randumerak di Paiton Sudah Bisa Difungsikan Dua Arah

Fandi Armanto • Jumat, 11 Januari 2019 | 15:05 WIB
Photo
Photo
PAITON - Proyek Jembatan Randumerak di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo yang sempat molor, akhirnya selesai juga. Jembatan yang menjadi jalur pantura itu bahkan sudah bisa dilewati dua arah.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo dilokasi, Kamis (10/1) sekitar pukul 13.00, jalan itu sudah dibuka dua arah. Baik dari sisi selatan maupun utara. Namun, meskipun telah terselesaikan, masih ada beberapa proses pengerjaan akhir.

Petugas Pembuat Kebijakan (PPK) BBPJN Wilayah Probolinggo - Situbondo Andhika Tommy Ardhiansyah mengatakan, proyek pembangunan jembatan tersebut sebenarnya sudah rampung Selasa (8/1) lalu. Hanya saja, pihaknya belum membukanya secara penuh.

“Belum kami buka karena masih ada proses pengeringan aspal. Untuk saat ini aspal telah kering dan bisa dilalui oleh kendaraan, makanya kami buka,” katanya saat dikonfirmasi.

Pria yang akrab disapa Tommy itu menuturkan, bukan hanya pada sisi selatan saja yang dilakukan pengaspalan. Pada sisi utara juga dilakukan pengaspalan dengan ketebalan yang sama. Hal itu, untuk menyelaraskan antara aspal yang sisi selatan dan utara dan tidak tumpang tindih. " Jadi sekarang sudah lebih lebar dari sebelumnya," kata Pria asal Semarang itu.

Ia juga memaparkan, girder yang dipasang pada jembatan sisi selatan bisa bertahan berkisar 50 tahunan. Meskipun diperkirakan bakal awet lama, setap tahunnya pihak PPK akan melakukan perawatan. "Jadi sekarang ini sudah nyaman. Jembatannya selaras antara sisi utara dan selatan. Dan kekuatannya juga tahunan," tuturnya.

Di tanya perihal keterlambatan proyek tersebut, Tommy menuturkan, hal itu lantaran dalam progres pembangunan banyak menemukan kendala. Yaitu utamanya karena faktor cuaca. Apalagi dalam proses pembangunan itu, tepat masuk penghujan.

“Tidak bisa dipungkiri, cuacanya juga tidak mendukung dan menyebabkan keterlambatan,” tuturnya.

Ia melanjutkan, karena kondisi itu pihaknya tidak mau mengambil risiko. Sebab, selain hasilnya yang kurang maksimal, juga lantaran nyawa dari pada para pekerjanya menjadi taruhan. Sehingga ketika hujan lebat, pekerja harus berhenti dan beristirahat.

Meski demikian, ia menambahkan, proyek pembangunan jembatan itu sudah selesai. Sehingga seluruh pengguna jalan dan masyarakat sekitar bisa menikmatinya bersama. "Sekarang jembatannya sudah rampung, dan bisa dilalui," tandas Tommy. (sid/fun) Editor : Fandi Armanto
#proyek jembatan randumerak #jalur pantura #jembatan randumerak