Hal itu disampaikan oleh Direktur PDAM Gandhi Hartoyo. Menurutnya, akibat kejadian itu, beberapa fasilitas PDAM yang ada di lokasi itu rusak parah. Sehingga, tidak bisa melayani kebutuhan air masyarakat setempat. “Kami mendapatkan laporan dari petugas yang ada di lokasi bencana. Ada kerusakan pipa di beberapa titik,” katanya.
Menurut pria yang akrab disapa Gandhi itu, kerusakan terjadi di tandon Campoan. Tandon ini kondisinya parah. Sebagian dari tandon ini masih tertimpa material longsor. Ada juga tandon Antrokan. Tandon ini kondisinya jauh lebih parah karena sebagian besar dindingnya jebol.
“Selain itu, pipa di tandon ini 6 lonjor jika digabungkan sepanjang 250 meter hanyut dibawa banjir. Semuanya jika ditotal kerugian mencapai Rp 70 juta. Ini perkiraan sementara,” terangnya.
Karena kerusakan itu, pasokan air tidak bisa masuk. Sebab, fasilitas yang biasa untuk memasok air tidak bisa digunakan. Sementara, warga dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
“Fasilitas kami kan tidak bisa digunakan. Untuk itu pemenuhan sementara dilakukan oleh BPBD. Kalau tidak, maka warga kesulitan air bersih,” tandasnya.
Rabu (12/12) PDAM langsung turun ke lokasi bencana. Mereka melihat kondisi kerusakan yang diakibatkan oleh banjir, sebelum kemudian melakukan perbaikan. Tujuannya, agar fasilitas PDAM bisa kembali dinikmati pelanggannya.
“Kami langsung melakukan perbaikan pipa distribusi air bersih ini. Kami targetkan perbaikan ini akan selesai besok (hari ini, Red) sore. Seluruh kebutuhan pipa untuk perbaikan sudah kami penuhi,” tandasnya. (sid/rf) Editor : Muhammad Fahmi