Empat pasar yang diperbaiki itu di antaranya, Pasar Sore Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan; Pasar Bucor Pakuniran, Kecamatan Pakuniran; Pasar Besuk, Kecamatan Besuk; dan Pasar Lumbang, Kecamatan Lumbang. Anggaran perbaikan empat pasar itu bersumber dari dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK).
Kasi Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Taufiq membenarkan, tahun depan ada rencana perbaikan sejumlah pasar tradisional. Sejumlah pasar ini diperbaiki agar keberadaannya tidak tergerus dengan makin banyaknya pertokoan modern. “Sudah dialokasikan di APBD 2019 untuk rehab empat pasar tradisonal,” katanya.
Empat pasar itu akan mendapatkan alokasi anggaran berbeda. Pasar Lumbang dianggarkan sekitar Rp 2,3 miliar. Pasar Sore Kraksaan Wetan dialokasikan sekitar Rp 1 miliar. Sedangkan, Pasar Bucor Pakuniran dan Pasar Besuk sama-sama digelontor sekitar Rp 1,3 miliar. “Kalau angka pastinya saya tidak hafal. Tapi, nilai anggarannya berkisar itu,” ujarnya.
Ke empat pasar itu menurut Taufiq, memang layak untuk segera diperbaiki. Seperti, Pasar Lumbang, bagian atap dan konstruksi tiangnya sudah memprihatinkan karena termakan usia. Maklum, pasar ini sudah sekitar 15 tahun tidak diperbaiki.
Sedangkan, Pasar Sore Kraksaan, meski pasar kecil, menurut Taufiq, pasar ini menjadi lumbung perekonomian masyarakat sekitar Kraksaan. “Pasar Bucor Pakuniran di bagian belakang juga butuh rehab. Karena atap losnya sudah memprihatinkan,” ujarnya.
Sebelumnya atau tahun ini, Pemkab telah mengalokasikan anggaran dari DAU dan DAK untuk memperbaiki empat pasar. Meliputi, Pasar Sumber dengan anggaran Rp 1,3 miliar; Pasar Pajarakan bagian belakang dengan dana Rp 1 miliar; serta Pasar Banyuanyar dan Pasar Krucil yang sama-sama dialokasikan Rp 1 miliar. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin