Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Puting Beliung Terjang 11 Desa, Puluhan Rumah Rusak, Pohon Bertumbangan

Jawanto Arifin • Senin, 19 November 2018 | 13:47 WIB
Photo
Photo
KREJENGAN - Memasuki pancaroba, cuaca ekstrem mulai terjadi. Minggu (18/11) siang angin kencang melanda sebelas desa di Kecamatan Krejengan dan Gading. Akibatnya, diperkirakan puluhan rumah mengalami kerusakan.

Photo
Photo
DISERTAI HUJAN: Pohon juga bertumbangan di Desa Rawan, Kecamatan Krejengan. Angin datang bersamaan dengan hujan yang turun. (Istimewa)

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kejadian angin puting beliung terjadi di Krejengan dan Gading sekitar pukul 13.00. Angin kencang tersebut terjadi bersamaan dengan hujan yang mengguyur di dua kecamatan terdampak. Semakin lama angin semakin kencang.

Adapun angin berembus di sebelas desa yakni Sumberkatimoho, Rawan, Kedungcaluk, Opo-opo, Patemon, Karangren, Seboro (Kecamatan Krejengan). Dan untuk di Kecamatan Gading hanya empat desa yakni Desa Wangkal, Desa Nogosaren, Desa Mojolegi, dan Desa Prasi.

Akibat angin kencang, banyak pepohonan yang tumbang dan mengenai rumah penduduk. Selain itu, juga genting rumah warga yang beterbangan ikut angin.

Seperti yang dikatakan oleh Kades Opo-opo Didik Sugianto. Menurutnya, ada sekitar 10 rumah yang mengalami kerusakan di daerahnya. Dari 10 rumah yang mengalami kerusakan itu, kebanyakan dibagian atap karena ikut terbang dibawa angin.

“Untuk jumlah pastinya masih didata oleh perangkat. Untuk perkiraan mungkin berkisar antara 10 rumah itu,” ujar Didik, sapaan akrab Kades Opo-opo.

Selain rumah banyak yang rusak, di daerahnya juga banyak pohon tumbang. Namun, beruntung tidak sampai ada korban jiwa ataupun luka. “Sampai saat ini (tadi malam) masih kami data. Mudah-mudahan saja tidak ada yang luka atau meninggal dalam kejadian ini,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Irawan, perangkat Desa Prasi, Kecamatan Gading. Menurutnya, di desanya hanya ada satu rumah yang mengalami kerusakan atas kejadian angin puting beliung itu.

“Untuk di desa kami hanya satu yang rusak. Rumah yang tertimpa yaitu rumah Prayit, 64,” terangnya.

Menurutnya, rumah yang dihuni oleh empat orang itu, saat angin berembus semua penghuni ada di dalam rumah. Namun, mereka berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak tertimba reruntuhan rumahnya. “Rusaknya akibat dari pada pohon tumbang. Namun, orang yang ada di dalam rumah selamat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto menjelaskan, pihaknya masih berusaha mendata lokasi terdampak. Berapa desa dan berapa banyak bangunan yang rusak atas kejadian itu.

“Masih proses pendataan. Untuk berapa jumlah desa dan bangunan yang terdampak masih belum bisa dipastikan,” terangnya.

Sampai berita ini ditulis, pihak Tim Reaksi Cepat (TRS) BPBD dan PUPR diturunkan ke lapangan secara langsung. Mereka mendata jumlah bangunan yang rusak. Sehingga, masih belum dipastikan berapa jumlah desa dan bangunan yang terdampak. (sid/fun) Editor : Jawanto Arifin
#angin tornado #pancaroba #angin topan #angin puting beliung #angin kencang #pentil muter