Satu pasar yang gagal lelang itu adalah rehabilitasi pasar tradisional di Lumbang. Pasar itu dipastikan gagal digarap tahun ini dan gagal lelang, karena proyek rehab pasar senilai Rp 2,3 miliar itu, tidak ada rekanan yang menawar. Sehingga, dipastikan anggaran senilai Rp 2,3 miliar itupun masuk Silpa 2018 dan akan kembali dialokasikan di tahun depan.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo, Mahbub Zunaidi. Saat dikonfirmasi Minggu (11/11), Mahbub mengatakan, pihaknya merencanakan ada rehabilitasi di pasar Lumbang. ”Tidak jadi tahun ini rehab pasar Lumbang. Soalnya, sempat ada kendala dalam proses lelang. Tidak rekanan yang ikut dan menawar lelang rehab pasar ini,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.
Dengan begitu, kata Mahbub, rencana rehab pasar Lumbang ditunda tahun depan. Sebab, sudah ada alokasi anggarannya, tinggal dianggarkan di APBD 2019. Tentunya, tahun depan akan jadi prioritas untuk proses lelang dan pengerjaannya. Supaya, tidak sampai gagal lelang lagi.
”Rehab pasar Lumbang itu, rencananya dibangun los dan bedak yang cukup besar. Supaya, pasar tradisional Lumbang ini makin besar dan tidak terkesan tertinggal,” terangnya.
Sementara itu, dari lima pasar tradisional di Kabuapten Probolinggo, salah satunya pasar Pajarakan. Hingga pekan kedua bulan November, pogres pengerjaan pasar Pajarakan itu sudah capai 75 persen. Ditargetkan awal Desember nanti sudah rampung.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, pengerjaan rehab pasar Pajarakan itu sudah rampung untuk bagian struktur fisiknya. Namun, untuk atap bangunan yang menggunakan galvalum atau baja ringan belum terpasang.
Kasi Pembangunan dan Pengelolaan Pasar Disperindag Kabupaten Probolinggo, Taufiq saat dikonfirmasi mengatakan, rehab pasar tradisional Pajarakan, dianggarkan sekitar Rp 1 miliar melalui APBD 2018. Rehab bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu harus rampung awal bulan Desember ini.
”Pasar Pajarakan kembali direhab, untuk bagian belakangnya. Untuk sementara, para pedagang direlokasi berjualan di halaman depan pasar,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.
Sejauh ini dikatakan Taufiq, progres pengerjaan bangunan pasar Pajarakan yang berada di belakang pasar sudah sampai 75 persen. Pihaknya optimis, dengan waktu tersisa sekitar 3 pekan ini, pengerjaan rehab akan selesai. Namun, pihaknya tidak ingin pelaksana untuk santai-santai. Jadi, tetap harus dikebut pengerjaannya.
”Pengerjaan rehab pasar pajarakan itu tinggal bagian atap, lantai dan finishing saja. Jadi, kami optimis pengerjaan pasar pajarakna ini akan tepat waktu,” terangnya.
Nantinya dikatakan Taufiq bangunan senilai Rp 1 miliar itu dibuat los para pedagang ikan dan palawijo atau sayur. Dimana, pihaknya masih belum menentukan berapa los yang akan tersedia dibangunan los itu. Nantinya, pihaknya akan menata dan menertibkan kembali para pedagang yang ada di Pajarakan. ”Ini kan bangunan buat los. Jadi sangat mudah untuk menyesuaikan dengan jumlah pedagang yang akan menempati,” ujarnya. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin