Betapa tidak, dari 9 kelas yang dipertandingkan, hanya dua kelas yang berhasil mendapat medali emas. Selebihnya, atlet dari Kota Batu yang justru mendominasi raihan medali di kejuaraan yang diikuti oleh 21 daerah tersebut.
Kejuaraan Tinju Amatir tersebut digelar di GOR Sasana Krida, Kraksaan. Kejuaraan ini sengaja dilaksanakan, untuk menjadi ukuran bagi KONI sebelum Porprov 2019.
Dalam kejuaraan itu, Kabupaten Probolinggo yang menjadi tuan rumah, sejatinya tak buruk-buruk amat. Sebab, atlet tinju yang diikutkan sukses menyabet empat medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.
Beberapa atlet tinju Kabupaten Probolinggo yang meraih emas diantaranya adalah Ricky. Dia berhasil meraih medali emas di kelas 42 kilogram. Sementara satu emas lagi disabet oleh Novita, yang turun di kelas 45 kilogram putri. Untuk medali perak diraih Faisol di kelas 56 kilogram, dan perunggu diraih Imroh di kelas 46 kilogram.
Dalam kejuaraan tersebut juga digelar nomor eksebisi. Nah, di nomor eksebisi inilah beberapa atlet juga meraih medali. Mereka adalah Saiful yang meraih medali emas di kelas 52 kilogram pemula. Sementara pada kategori senior, Zainul yang turun di 56 kilogram menang atas petinju Kodam V Brawijaya.
“Kunci mereka adalah teknis bertinju dan fisik. Mental mereka sudah terlatih,” terang Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo, Chalid Abubakar.
Namun begitu, kata Chalid Abubakar, hasil kejuaraan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Pertina Kabupaten Probolinggo. Karena raihan di nomor kelas masih kurang, maka program latihan dan jam terbang atlet Pertina akan ditambah hingga Juli 2019. Hal ini dengan tujauan dapt berprestasi di Porprov 2019. (hil/fun) Editor : Jawanto Arifin