Permasalahan ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2018 dan Hari Konservasi Nasional 2018. Acara ini digelar di sebuah hotel di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Selasa (25/9).
Acara itu dihadiri sejumlah pejabat. Selain Gus Ipul, ada juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Diah Susilowati. Serta, Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko dan Wali Kota Probolinggo Rukmini.
Gus Ipul mengaku bersyukur, selama ini Jawa Timur termasuk provinsi yang banyak mendapatkan penghargaan di bidang lingkungan. Bahkan, kabupaten dan kotanya juga banyak mendapatkan penghargaan. Namun, menurutnya, ke depan ada tantangan cukup besar. Yakni, masalah pengelolaan sampah dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
Menangani masalah ini, menurutnya, perlu aksi nyata dari masyarakat. “Kebijakan pemerintahnya pro lingkungan, masyarakatnya aksi nyata, dan swasta pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Dengan begitu, akan menghasilkan suatu prestasi,” ujarnya.
Gus Ipul mengaku, selama ini pihaknya masih mempunyai pekerjaan rumah cukup besar di bidang lingkungan. Salah satunya, terkait pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Selama ini, limbah B3 masih harus dibuang ke Bogor. “Kami menginginkan di Jawa Timur dibangun pengelolaan limbah B3 yang rencana lokasinya di Mojokerto. Supaya tidak terlalu jauh, di Jawa Timur sendiri ada pengelolaan B3,” ujarnya.
Selain itu, masalah sampah plastik juga perlu diperhatikan. Menurutnya, sejauh ini se-Indonesia per tahun bisa menghasilkan 65 juta ton sampah plastik. Sedangkan, di Jawa timur berada di ambang toleransi atau kritis dengan 1,2 juta ton sampah plastik per tahun.
Menurutnya, sampah ini berserakan di mana-mana. Sebab, selama ini yang masuk tempat pembuangan sampah hanya 30 persen. Sisanya, 70 persen berserakan di mana-mana. “Apalagi kalau ke laut, kalau sudah di laut itu pencemaran. Laut tercemar kalau banyak sampah plastiknya. Kalau tidak salah, 80 persen sampah di laut berasal dari luar laut,” ujarnya. (hil/rud) Editor : Jawanto Arifin