Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Polisi Selidiki Keterlibatan TKP Lain Empat Pelaku Begal Angkot

Jawanto Arifin • Senin, 17 September 2018 | 18:00 WIB
Photo
Photo
KRAKSAAN - Tim gabungan Satreskrim Polres Probolinggo dan Polsek Dringu, tidak membutuhkan waktu lama untuk meringkus empat pelaku perampokan mobil angkot di Dringu. Minggu (16/9), tim gabungan langsung membekuk keempat pelaku curas tersebut. (Lihat videonya disini)

Empat pelaku itu adalah Ahmad Basori, 21; Ahmad Zaelani, 18; Halili, 21 yang sama-sama asal Desa Wonorejo, Kecamatan Maron. Dan, satu pelaku lagi Usama, 25, warga Desa Maron Kulon, Kecamatan Maron.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto saat dikonfirmasi mengatakan, kasus perampokan mobil angkot langsung ditangani. Setelah ada titik terang terkait mobil angkot yang dirampok mengalami kecelakaan. Pihaknya langsung bergegas untuk mengamankan para pelaku yang dikabarkan berada di RSUD dan Puskesmas Maron.

”Kami langsung ke Puskesmas Maron, tapi ketiga pelaku sudah pulang. Akhirnya, kami langsung amankan ketiga pelaku di rumahnya masing-masing. Sedangkan satu pelaku berada di IGD RSUD Waluyojati Kraksaan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Untuk kepentingan proses penyelidikan, dikatakan Riyanto, keempat pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Dringu. Termasuk tersangka Halili yang mengalami luka di bagian kaki. Mengingat, aksi perampasan mobil angkot ini merupakan kejahatan jalan. Bahkan, sopir angkotnya sempat diikat dan dibuang di tengah jalan Sekarkare, Dringu.

”Para tersangka akan dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukuman maksimal selama 9 tahun penjara,” tegasnya.

Selain itu, diungkapkan Kasat, pihaknya tengah menyelidiki dugaan komplotan pelaku curas ini dengan TKP lain. Mengingat, kerap juga ada kasus perampokan mobil angkot di daerah lain. Karena kuat dugaan, keempat pelaku spesialis perampasan mobil angkot.

”Kami akan selidiki dugaan keterlibatan kasus serupa di TKP lain. Termasuk koordinasi dengan polres daerah lain,” terangnya.

Sementara itu, tersangka Halili saat ditemui di IGD mengaku, dirinya bersama tiga temannya sebenarnya habis dari Sumenep Madura, kerja sebagai kuli bangunan. Nah waktu itu, dirinya berniat untuk pulang. Termasuk sampai terpaksa naik angkot karena tidak dapat kendaraan pulang.

Sesampainya di Dringu, lokasi kejadian, diakui Halili, dirinya tidak mengetahui soal sopir angkot diikat. Karena selepas buang air kecil, dirinya langsung masuk angkot dan tiduran. Dirinya terkejut saat ternyata yang mengemudikan angkot itu temannya, Bashori.

”Saya tidak tahu apa-apa, Mas. Saya tidak ikut mengikat. Memang saya ikut turun buang air kecil, tapi langsung masuk angkot dan tidur,” dalihnya. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin
#satlantas polres probolinggo #MPU #perampokan #jalur pantura #polsek dringu #begal mpu #kecelakaan maut #begal #mpu dirampok