Heri mengaku, pihaknya akan mundur jika Pemkab Probolinggo tak kunjung tegas menertibkan PKL liar yang berjualan di area Alun-alun Kota Kraksaan. “Saya lebih baik mengundurkan diri sebagai ketua Paguyuban PKL jika kondisinya masih seperti ini,” ujarnya (20/8).
Heri mengaku, sejauh ini pihaknya telah berusaha membantu pemkab dalam penataan PKL di Kota Kraksaan. Mulai dari dipindah ke sisi timur alun-alun dan direlokasi ke Centra PKL Semarak di belakang Masjid Agung Ar-Raudhah, telah diikuti. “Oleh para PKL saya malah dibilang tidak tegas dan tidak bertanggung jawab. Karena banyak PKL liar berjualan di area alun-alun,” ujarnya.
Sedangkan, Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengaku, pihaknya akan segera menertibkan PKL liar di Alun-alun Kraksaan. Direncanakan dalam waktu tiga hari akan ada penjagaan dan menempatkan mobil Satpol PP di alun-alun. “Nanti kami juga akan terus tempatkan personel dan langsung menertibkan jika ada PKL liar datang berjualan di Alun-alun Kraksaan,” janjinya.
Diketahui, para PKL Semarak Kraksaan yang direlokasi ke Centra PKL di belakang Masjid Ar-Raudhah, Kota Kraksaan, geram. Sebab, semakin banyak PKL liar yang berjualan di sisi selatan Alun-alun Kraksaan. Sedangkan, sebelumnya PKL Semarak direlokasi dengan alasan area Alun-alun Kraksaan harus bersih dari PKL. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin