Karena itulah, fasilitas olahraga milik pemkab tersebut tak digunakan sebagai home base Persikapro Probolinggo.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, pintu gerbang sisi timur dan barat sudah tidak layak. Tak hanya di kawasan luar, kondisi di dalam pun tak kalah memprihatinkan. Selain ilalang yang tinggi, kondisi permukaan tanah di lapangan juga tidak rata. Fasilitas lain seperti tribun penonton, toilet, maupun pagar pembatas juga sudah rusak.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo Donny Adianto tidak menampik jika kondisi stadion tidak layak. Selama ini, stadion itu berada di bawah Perusahaan Daerah (Perusda) Rengganis. Karena itu, pihaknya menyepakati jika pengelolaan stadion dialihkan ke Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud).
“Sehingga, lebih dapat sentuhan perawatan dan pengelolaan langsung dari pemerintah,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo (14/8). Tahun ini, pemkab telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,6 miliar melalui APBD 2018 untuk pembenahan sejumlah fasilitas yang ada di stadion.
Fasilitas yang dimaksud adalah penggantian tanah dan rumput. Sistem drainase juga menjadi fokus yang akan diperbaiki. Dengan begitu, lapangan bebas genangan saat turun hujan. Selain itu, juga ada pengecatan tribun dan perawatan toilet. “Sekarang belum dimulai pengerjaannya. Tapi, dalam waktu dekat akan segera dimulai. Semoga lancar dan tepat waktu pengerjaannya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sidiq Widjanarko mengaku tengah menyusun nota dinas untuk usulan pengelolaan stadion untuk dialihkan ke dinasnya. Harapannya, tahun depan rencana pengelolaan stadion itu sudah terealisasi.
“Kami sudah koordinasi dengan sejumlah OPD terkait. Kami sepakat untuk mengusulkan pengelolaan stadion diambil alih kami,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Perusda Rengganis Asy’ari belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon, tak kunjung aktif. (mas/rf/mie) Editor : Jawanto Arifin