RIBUAN peserta dari berbagai komunitas sepeda tumpah ruah mengikuti Probolinggo QRIS Bike Vaganza 2025. Ajang gowes ini digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang bersama Pemkab Probolinggo dan Bank Jatim Cabang Kraksaan di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, Sabtu (16/8).
Probolinggo QRIS Bike Vaganza merupakan rangkaian dari Pekan QRIS Nasional (PQN) 2025, sekaligus digelar untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara itu mendapat sambutan luar biasa. Sejak pagi, peserta berdatangan dengan penuh semangat, membawa berbagai jenis sepeda. Mulai sepeda gunung, sepeda lipat, hingga sepeda onthel klasik.
Sekitar pukul 07.00, ribuan peserta dilepas oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, bersama Forkopimda Kabupaten Probolinggo dan Kepala Perwakilan BI Malang Febrina. Gowes yang mengambil start-finis di Stadion Gelora Merdeka, itu mengajak masyarakat hidup sehat sekaligus memperkuat literasi digital melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi lokal, sebanyak 32 UMKM binaan DKUPP Kabupaten Probolinggo, Bank Indonesia, dan Bank Jatim Cabang Kraksaan dilibatkan. Mereka menawarkan berbagai produk yang dapat dibeli menggunakan QRIS, sehingga peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga memperoleh pengalaman bertransaksi secara nontunai.
Selain itu, stan BPPKAD Kabupaten Probolinggo hadir memberikan layanan pembayaran pajak daerah dengan QRIS. Masyarakat yang melakukan pembayaran pajak di lokasi acara, mendapat bonus berupa minyak goreng atau gula pasir. Tidak ketinggalan, kegiatan sosial donor darah juga ikut memeriahkan acara.
Probolinggo QRIS Bike Vaganza menyiapkan hadiah total Rp 50 juta. Dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. Selain itu, hadiah juga diberikan kepada tiga komunitas sepeda dengan jumlah peserta terbanyak. Masing-masing berupa satu ekor kambing.
Tiga stan UMKM dengan transaksi QRIS terbanyak juga diganjar hadiah. Berupa paket sembako senilai Rp 1 juta. Suasana makin meriah dengan hiburan musik dari Guntur Arisandy Featuring Leksa, yang menemani peserta dan masyarakat selama acara serta pengundian hadiah berlangsung.
Kepala Perwakilan BI Malang Febrina mengungkapkan, penggunaan QRIS di Kabupaten Probolinggo menunjukkan progres menggembirakan. Sampai Juni 2025, meningkat signifikan. Baik dari sisi volume maupun nominal transaksi.
“Masing-masing tumbuh 262 persen dan 150 persen. Jika dibandingkan tahun 2024, dari 315 ribu transaksi, tahun ini menjadi 1,1 juta transaksi. Tentu, angka ini menunjukkan potensi yang luar biasa besar di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Febrina menambahkan, Bank Indonesia juga tengah menyiapkan fasilitas cross border payment untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Probolinggo. Fasilitas ini memungkinkan wisatawan mancanegara melakukan pembayaran menggunakan QRIS lintas negara.
“Sejauh ini, sudah bisa digunakan oleh wisatawan dari Thailand, Singapura, dan Malaysia. Insyaallah tahun ini akan diperluas dengan Jepang, Tiongkok, dan Arab Saudi. Dengan begitu, wisatawan yang datang ke Probolinggo akan semakin mudah bertransaksi,” jelasnya.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyambut baik langkah Bank Indonesia yang terus gencar memperkenalkan QRIS ke masyarakat. Menurutnya, sistem pembayaran digital ini memberi kemudahan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi di daerah. Termasuk mendukung upaya Pemkab Probolinggo di bidang pariwisata.
“Kami berharap ke depan, baik pedagang kaki lima di stadion maupun di Alun-Alun Kraksaan, semuanya bisa menggunakan QRIS. Konsep transaksi yang serbadigital akan membuat layanan lebih cepat, aman, dan transparan. Harapan kami, ke depan transaksi QRIS juga bisa lebih dikenal hingga ke desa-desa,” harapnya.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan masyarakat agar transformasi digital ini bisa berjalan merata di Kabupaten Probolinggo.
“QRIS bukan hanya soal transaksi, tapi bagian dari upaya memperkuat perekonomian lokal berbasis digital,” ujarnya. (uno/*)
Editor : Fahreza Nuraga