Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Catat Sepuluh Insiden Kebakaran Hutan dan Lahan selama September

Achmad Arianto • 2023-10-03 19:10:00

 

LAWAN API: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo, memantau kebakaran di hutan Gunung Bentar, beberapa waktu lalu.
LAWAN API: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo, memantau kebakaran di hutan Gunung Bentar, beberapa waktu lalu.
 

DRINGU, Radar Bromo – Insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih kerap terjadi di Probolinggo. Bahkan Bdan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memprediksi, karhutla berpotensi meningkat. Selama September terdapat sepuluh insiden Karhutla. Meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Potensi kebakaran dapat terjadi sejalan dengan musim kemarau. Apabila musim kemarau melanda cukup lama, tentunya potensi karhutla semakin besar. Hal ini bukan tanpa alasan. Lingkungan menjadi lebih kering. Suhu panas mengakibatkan vegetasi atau tumbuhan menjadi kekurangan air kemudian mengering. Karhutla akan terjadi jika titik api yang timbul luput dari pemantauan. Kondisi akan menjadi lebih parah apabila lingkungan sekitar terdapat angin kencang.

"Terhitung sejak agustus sampai september potensi kebakaran memang masih cukup tinggi. Sebab berdasarkan trend yang ada, dua bulan tersebut puncak kemarau," kata Tenaga Teknis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana.

Dari data tindakan yang telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Probolinggo, setidaknya selama bulan September terdapat sepuluh insiden karhutla. Insiden tersebut terjadi di Kecamatan Sukapura, meliputi Desa Ngadas, Sapikerep, Wonokerto, Sariwani dua insiden, Ngadisari, dan Ngadirejo. Kemudian Kecamatan Sumber, meliputi Desa Wonokerso dan Sumber. Serta Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar.

Jika ditarik dua bulan belakangan, karhutla tersebut mengalami peningkatan. Pada Agustus terdapat lima insiden karhutla yang di antaranya terjadi di Kecamatan Sukapura meliputi Desa Sariwani, Ngadirejo, Sapikerep, dan Ngadas. Sementara satu kebakaran terjadi di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending. Pada bulan Juli terdapat dua Karhutla yang terjadi di Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, dan Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura.

"Mayoritas karhutla terjadi di wilayah dataran tinggi. Sementara sisanya ada didataran rendah," bebernya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah menambahkan, kebakaran terjadi mulai wilayah milik warga, Perhutani, dan TNBTS. Lokasi kebakaran memiliki vegetasi mayoritas berupa sabana, rumput kering, ilalang, dan daun kering. Api mudah membesar juga karena kondisi wilayah jauh dari sumber air. Sehingga pemadaman hanya bisa dilakukan secara manual atau gebyok dengan memukul-mukul titik api sampai padam. Hal ini tentunya menghambat proses pemadaman api.

"Sampai saat ini kami tetap menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) dengan harapan bisa menangani karhutla lebih cepat. Namun tidak dapat dipungkiri proses pemadaman lambat karena medan dan pemadaman yang masih manual," tuturnya. (ar/fun)

Editor : Ronald Fernando
#karhutla kabupaten probolinggo #bpbd kabupaten probolinggo