Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Memaksimalkan Fungsi Self-Timer Mode pada Kamera

Ronald Fernando • Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:44 WIB
Photo
Photo
Para pengguna kamera kenal istilah self timer. Apalagi mereka yang suka berfoto-foto narsis diri ataupun bareng-bareng. Dalam situasi itu, mode self timer atau pengatur waktu otomatis kerap dipakai. Namun, siapa sangka mode ini ternyata memiliki manfaat lebih. Lebih dari sekadar untuk selfie-wefie semata. Apakah itu?

Photo
Photo


Sebelum menjawab pertanyaan itu, saya ajak Anda untuk flash back mengenal lebih dekat lagi tentang mode pada kamera satu ini. Self time merupakan alat hitung mundur yang ada pada kamera. Yakni, sebuah perangkat yang berfungsi memberikan jeda waktu antara menekan pelepas rana dan menembakkan rana. Jadi, dengan fitur ini kamera akan menjepret sendiri secara otomatis setelah beberapa detik. Umumnya penangguhan waktu itu sendiri berkisar hingga 10 detik.

Mode self timer sudah ada sejak dulu. Sejak zaman kamera analog. Namun, tak semua kamera analog memiliki tambahan perangkat ini. Hanya ada pada sejumlah merek dan tipe tertentu. Seiring majunya teknologi fotografi, seperti saat ini, hampir semua kamera digital jenis apa pun sudah dibekali dengan mode self timer. Mulai kamera DSLR, mirrorless, hingga beragam jenis smartphone.

Setting mode self timer pada masing-masing jenis kamera digital seperti yang saya sebutkan itu letaknya berbeda-beda. Tapi, hampir keseluruhan menggunakan tanda/logo sama. Yakni, ditandai gambar , menyerupai grafis jam pada kamera DSLR dan mirrorles. Sedangkan pada kamera smartphone, selain ditandai logo serupa, juga ditunjukkan dengan keterangan berupa tulisan ”self timer atau pengatur waktu” pada setting/pengaturan kamera.

Sebagian orang tahunya mode ini hanya digunakan untuk memotret diri sendiri. Di mana waktu penundaan ini memberikan kesempatan pada fotografer untuk memposisikan diri sebagai atau salah satu objek foto.



Photo
Photo


Tetapi, mode tersebut memiliki manfaat lebih dari sekadar itu. Yakni, mampu meminimalkan guncangan. Selain memanfaatkan tripod, cara paling efektif untuk meminimalkan getaran saat sedang memotret adalah menggunakan self timer.

Kegunaan tripod memang dapat membantu mengurangi guncangan sehingga bisa menempatkan kamera pada posisi stabil. Tapi, pada kondisi tertentu, seperti ketika memotret objek dengan pengaturan ISO dan speed sangat rendah, betul-betul dibutuhkan kestabilan yang ekstra. Saat itu, mode self timer-lah solusinya.

Self timer ini sangat efektif buat Anda yang suka fotografi nightscape atau memotret pemandangan malam. Dengan menggunakan mode pengatur waktu sendiri tersebut, hasil foto yang didapatkan akan lebih tajam dan tidak terlihat shake (goyang).

Menerapkan mode atau fitur ini sangatlah mudah. Semisal Anda ingin memotret pemadangan malam yang kondisinya minim cahaya. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah arahkan kamera pada objek yang tepat sesuai keinginan. Lalu, posisikan kamera dalam kondisi tidak goyah.

Cara paling efektif untuk mencegah guncangan pada kamera adalah menggunakan tripod. Namun, jika tidak ada tripod, cukup letakkan kamera dengan menyandarkannya pada benda/sandaran kuat yang bisa ditemui di sekitar lokasi pemotretan.



Photo
Photo


Photo
Photo


Sebelumnya, setting kamera lebih dulu. Mulai pengaturan segitiga eksposure (diafragma-speed-ISO) yang ada pada kamera digital, atau juga night mode pada kamera smartphone. Setelah setting kamera dirasa pas, juga objek sasaran tembaknya sudah pas, saatnya atur self timer kamera Anda.

Pilih waktu penundaan sesuai kebutuhan. Anda bisa pilih durasi waktu 3 detik, 5 detik, atau bahkan 10 detik. Setelah itu, tekan tombol rana atau tombol jepret. Cekrekkkk!!! Kamera akan secara otomatis bekerja sendiri. Pun demikian halnya self timer. Anda cukup tunggu hasil. Dijamin hasil jepretan Anda akan dua kali lipat lebih tajam dan anti-shake. Nah, mudah kan? Cobain yuk... (*) Editor : Ronald Fernando
#klinik fotografi #tips memotret