SEORANG fotografer tak akan lepas dari kegiatan memotret acara-acara penting. Entah itu pernikahan, ulang tahun, peresmian, atau event-event lain yang memang harus didokumentasikan. Terkadang, karena begitu besar dan penting serta ribetnya sebuah acara, diterjunkan dua atau lebih fotografer sekaligus. Mereka mendokumentasikan suatu kegiatan secara bersamaan. Tujuannya, tak lain adalah mendapatkan hasil dokumentasi yang angle-nya lengkap.
Tapi, jangan dikira memotret dengan memanfaatkan dua kamera bakal mendapatkan hasil yang diinginkan lho. Jika dua fotografer ini tidak bisa berkolaborasi dengan baik, maka gabungan jepretan keduanya tentu akan banyak yang sama. Foto-foto yang diperoleh akhirnya jadi kurang variatif. Sayang…
Nah, pada rubrik Klinik Fotografi ini, saya akan sharing bagaimana sebaiknya memotret satu acara atau event dengan memanfaatkan dua kamera secara bersamaan. Beberapa di antaranya sebagai berikut:
Rencanakan Secara Matang
Perencanaan ini meliputi penguasaan lokasi, durasi pemotretan, hingga kesiapan peralatan. Sebelum memotret, sebaiknya kenali dulu lokasi lingkungan sekitar untuk kebutuhan visual. Dengan mengenali sekitar, Anda tentu akan lebih mudah dan leluasa berkreasi dalam mengeksekusi gambar.
Selain pengenalan lingkungan sekitar, durasi pemotretan harus dipikirkan. Durasi tentu bergantung pada jadwal acara. Makin lama durasi, biasanya akan membutuhkan waktu, tenaga, memori, juga baterai kamera yang lebih. Karena itu, siapkan peralatan-peralatan lain untuk menunjang pemotretan.
Atur Kesepakatan
Sebelum melakukan pemotretan, sebaiknya atur kesepakatan lebih dulu antar sesama fotografer. Satu fotografer bertugas memotret secara wide (lebar). Satunya lagi memotret secara detail dengan cara zooming. Tentu tugas ini sifatnya fleksibel. Nggak harus saklek! Setidaknya, ada tanggung jawab sesuai kesepakatan masing-masing.
Atur Posisi
Tak hanya pengambilan angle foto. Posisi fotografer juga menentukan hasil jepretan. Upayakan titik tembak keduanya tidak berada pada posisi sama atau sejajar. Bisa depan-belakang, samping kanan-kiri, atau atas-bawah. Kalaupun harus berada di satu titik, usahakan beda angle pengambilan. Satunya memotret lebar/keseluruhan, sedangkan satunya memotret objek detail.
Pola Stuck dan Mobile
Stuck yang dimaksud dalam hal ini adalah lebih banyak diam di satu titik. Sedangkan mobile artinya bergerak gesit dalam menangkap objek-objek gambar. Pola stuck umumnya untuk kamera yang menggunakan lensa zoom (tele). Sedangkan yang mobile bisa menggunakan kamera dengan lensa wide atau standar. Selain dalam fotografi, pola stuck-mobile ini banyak dipakai para videografer ketika sedang mengabadikan momen sebuah kegiatan dalam rekaman video.
Komunikasi
Meski sudah melakukan kesepakatan sesuai rencana, tak selamanya foto yang dihasilkan akan sesuai rencana juga. Sering-seringlah berinteraksi dengan fotografer partner Anda. Atur komunikasi sebaik-baiknya. Jika ada kesempatan, sebaiknya saling kontrol hasil jepretan. Kira-kira apa yang kurang dan harus diperbaiki di pemotretan sesi berikutnya.
Demikian beberapa startegi yang sebaiknya Anda perhatikan ketika sedang memotret menggunakan dua kamera/fotografer yang dilakukan secara bersama-sama dalam satu acara. Ingat ya, siapkan secara matang, kolaborasi, dan intens berkomunikasi saat pemotretan. Semoga bermanfaat. Salam fotografi….. (*)
Editor : Fandi Armanto