Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tip Memotret Pemandangan Berkabut Supaya Tetap Terlihat Ciamik

Jawanto Arifin • Sabtu, 29 Januari 2022 | 21:15 WIB
Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo
Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo
Oleh: Mokhamad Zubaidillah, Jawa Pos Radar Bromo




KABUT merupakan salah satu elemen yang bisa mendukung terciptanya sebuah foto bagus. Itu, terjadi karena dukungan pemandangan atau juga pencahayaan yang bagus. Namun, kabut dalam kondisi tertentu juga akan menjadi tantangan besar bagi para fotografer.

Kabut biasanya muncul di dataran tinggi. Baik perbukitan maupun pegunungan. Munculnya pun di saat-saat tertentu. Biasanya pagi sampai agak siang. Yakni, saat matahari mulai panas bersinar. Kadang pula sore dan bertahan sampai malam.

Memotret pemandangan saat kondisi berkabut tentu berbeda dengan saat memotret dalam cuaca cerah. Ada tantangan tersendiri. Tidak sedikit fotografer yang menganggap kabut sebagai momok saat memotret. Memotret pemandangan berkabut itu tidak disukai karena alasan bisa menyebabkan pemandangan menjadi kurang jelas. Fokus terganggu. Intensitas warna rendah. Dan, foto yang dihasilkan terkesan datar.

Karena itulah dibutuhkan strategi maupun trik supaya hasil jepretan foto menjadi lebih menarik. Nah, dalam Klinik Foto kali ini, saya akan berbagi tentang bagaimana kiat memotret pemandangan berkabut.

 

  1. Pilih Lokasi yang Indah


Menentukan lokasi indah tentunya jadi langkah awal yang sebaiknya Anda lakukan. Lokasi yang indah akan mendukung Anda untuk mendapatkan foto yang bagus. Walaupun dalam kondisi berkabut. Syaratnya, kabut tidak sampai menutup total pemandangan.

 

  1. Gunakan Lensa Zoom (Tele Foto)


Berbeda ketika memotret foto landscape yang identik dengan penggunaan lensa lebar. Memotret pemandangan berkabut lebih mudah menggunakan lensa zoom. Yakni, lensa dengan focal lenght panjang. Dengan lensa tersebut akan lebih tampak tebal. Makin panjang focal lensa yang digunakan, kabut akan tampak semakin tebal.

 

  1. Gunakan Diafragma Kecil


Pengaturan diafragma kecil (ditandai F angka besar) bertujuan untuk mendapatkan ruang tajam yang lebih luas. Hal ini bisa membuat tampilan lebih dramatis dan misterius.



  1. Turunkan ISO Sekecil-kecilnya


Menurunkan ISO sekecil-kecilnya dapat mengurangi gambar noise. Selain itu, ISO kecil akan menciptakan gambar yang tampak lebih detail.

 

  1. Coba Mainkan Teknik Slow Speed


Slow speed merupakan salah satu teknik yang umum direkomendasikan untuk para fotografer ketika memotret pemandangan kabut. Teknik ini biasanya digunakan ketika kabut tipis. Dengan setting speed rendah, kabut akan tampak terlihat lebih hasil dan lembut. Ditambah lagi dengan pergerakan kabut, tentu hasil foto slow speed akan terasa lebih berkesan nantinya.

 

  1. Manfaatkan Tripod


Saat memotret kabut, sebaiknya siapkan sebuah tripod jika menggunakan teknik slow speed. Ukuran tripod sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Jika tidak membawa tripod, salah satu pilihannya adalah mempercepat shutter speed kamera. Namun, risikonya, akan muncul noise pada hasil jepretan Anda.

 

  1. Memanfaatkan Filter Lensa


Penggunaan filter lensa bertujuan untuk mengurangi kontras kabut dengan objek lain yang ada. Filter yang cocok digunakan adalah filter Gradual ND.

 

Demikian beberapa tip tentang memotret kabut. Yang terpenting adalah jangan jadikan kabut sebagai momok yang menghambat keindahan dalam memotret. Justru manfaatkan keberadaan kabut untuk mendapatkan jepretan yang indah. Oh iya, karena kabut adalah titik air yang naik ke udara, Anda sebaiknya melindungi kamera dan lensa agar tidak mudah rusak. (*) Editor : Jawanto Arifin
#memotret kabut #tips memotret #pemandangan berkabut