INDONESIA kaya akan seni dan budaya. Salah satunya, budaya Jawa. Berbagai ciri khas budaya Jawa ini sering disajikan kepada masyarakat untuk dikenal dan dilestarikan. Salah satu wujud nyata budaya itu adalah kesenian tradisional.
Budaya tidak bisa lepas dari manusia sebagai pelaku. Keanekaragaman budaya itu sangat menarik diabadikan sebagai keindahan seni di mata lensa fotografer. Misalnya, atraksi reog, kirab budaya, festival tari, penampilan penari, dan sebagainya.
Nah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memotret kegiatan tersebut agar menghasilkan karya terbaik. Di saat memotret kirab budaya atau kegiatan kebudayaan, tentu akan banyak fotografer yang hadir untuk mengabadikan kegiatan tersebut. Ada target untuk mendapatkan foto yang indah dan menarik.
Berikut Beberapa Tip Memotret Event Budaya:
- Sebelum memotret, seorang fotografer sudah memiliki rencana atau feeling yang akan dijadikan target bidikan kamera. Dengan begitu, saat di lokasi, sudah mempersiapkan diri untuk memotret target.
- Berfokus pada apa yang akan dijadikan bidikan utamanya agar hasilnya perfect atau sempurna.
- Melakukan pendekatan personal dengan cara berkomukasi sebelum melakukan pemotretan.
- Menjunjung tinggi etika saat melakukan pemotretan dengan mematuhi aturan.
- Mencari angle atau momen yang menarik, momen yang menggambarkan event budaya tersebut.
- Menggunakan lensa lebar. Namun, jika tempatnya terbatas atau sempit, bisa menggunakan lensa 18-55 mm, 16-85 mm-, atau17-40 mm.
- Menggunakan lensa 70-200 mm agar dapat memotret dari jauh. Selain aman, pergerakan juga tidak akan mengganggu jalannya kirab atau event.
- Membawa memory card dan baterai cadangan. Pergelaran festival budaya biasanya memakan waktu yang lama. Tidak ada waktu untuk mem-backup memory card atau mengisi ulang baterai kamera.
Nah, itulah beberapa tip memotret event budaya. Ingat! Timing yang tepat dan insting yang kuat serta kecepatan merupakan hal terpenting dalam memotret kirab budaya. (*) Editor : Jawanto Arifin