MEMASUKI usia lanjut, sejumlah perubahan fungsi tubuh mulai dirasakan. Salah satunya berkaitan dengan sistem saluran kemih. Pada perempuan lansia, gangguan yang cukup sering dijumpai adalah inkontinensia urine atau kondisi ketika urine keluar tanpa dapat dikendalikan.
Keluhan tersebut bisa muncul dalam berbagai bentuk. Ada yang tiba-tiba merasa ingin buang air kecil dengan sangat kuat, tetapi urine sudah keluar sebelum sempat mencapai kamar mandi. Ada pula yang mengompol ketika batuk, bersin, tertawa, atau melakukan aktivitas yang memberikan tekanan pada perut.
Dokter Spesialis Urologi Rumah Sakit Dharma Husada Probolinggo, dr. Muhammad Firas Balafif, Sp.U menjelaskan, salah satu gangguan yang sering dialami perempuan lansia adalah overactive bladder (OAB) atau kandung kemih terlalu aktif. Kondisi tersebut membuat otot kandung kemih berkontraksi secara berlebihan meskipun volumenya belum penuh. Akibatnya, penderita merasakan dorongan buang air kecil secara mendadak dan sulit ditahan.
Pada sebagian orang, kondisi ini bahkan menyebabkan urine keluar sebelum sampai ke toilet. "Kadang belum sampai di kamar mandi, urine sudah keluar. Ini karena aktivitas kandung kemihnya berlebihan atau dikenal sebagai overactive bladder," jelas dokter asal Kota Malang tersebut.
Menurut Firas, gangguan berkemih pada perempuan juga dapat berkaitan dengan melemahnya otot dasar panggul dan mekanisme penahan urine. Otot dasar panggul berfungsi menopang kandung kemih serta membantu mengendalikan keluarnya urine. Sementara itu, otot sfingter uretra berperan sebagai katup yang menjaga agar urine tidak keluar sebelum waktunya.
Seiring bertambahnya usia, kekuatan otot dan jaringan penyangga tersebut dapat menurun. Kondisi ini bisa semakin dipengaruhi riwayat kehamilan dan persalinan. Terutama pada perempuan yang pernah melahirkan secara normal berkali-kali, karena proses persalinan dapat meregangkan atau mencederai otot dan jaringan dasar panggul.
"Seringnya perempuan hamil dan melahirkan ketika masih muda juga bisa menjadi faktor pengaruh. Semakin sering melahirkan, biasanya otot panggulnya mengalami peregangan atau cedera dan bisa berdampak pada kemampuan menahan urine," terangnya.
Selain faktor tersebut, perubahan hormon estrogen setelah menopause juga dapat memengaruhi kesehatan jaringan di sekitar uretra dan vagina. Jaringan yang semakin tipis dan kering dapat memperburuk keluhan saluran kemih pada sebagian perempuan.
Firas mengatakan, gangguan berkemih tidak memiliki batasan usia yang pasti. Meski lebih sering dijumpai pada kelompok lanjut usia, keluhan serupa juga bisa dialami perempuan yang lebih muda.
Sayangnya, sebagian masyarakat masih menganggap mengompol sebagai konsekuensi wajar dari proses penuaan. Tidak sedikit pula yang merasa malu untuk memeriksakan kondisinya kepada dokter.
Padahal, inkontinensia urine bukan sesuatu yang harus diterima begitu saja. Gangguan tersebut dapat diperiksa dan ditangani sesuai penyebabnya. Meski umumnya tidak langsung mengancam keselamatan, mengompol dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas tidur, kebersihan diri, hingga kenyamanan dalam menjalankan ibadah.
Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan pemeriksaan berdasarkan riwayat keluhan, pola berkemih, dan kondisi kesehatan pasien. Pemeriksaan dapat dilengkapi dengan tes urine, pemeriksaan gula darah, serta pemeriksaan penunjang lainnya.
Salah satu pemeriksaan yang dapat digunakan adalah uroflowmetri. Pemeriksaan noninvasif ini mengukur kecepatan, volume, dan pola aliran urine ketika pasien buang air kecil. Jika diperlukan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan urodinamik untuk mengetahui bagaimana kandung kemih dan saluran kemih bagian bawah menyimpan serta mengeluarkan urine.
Penanganan selanjutnya disesuaikan dengan jenis gangguan. Pasien dapat menjalani latihan otot dasar panggul atau senam Kegel, latihan mengatur jadwal berkemih, hingga terapi obat. Pada perempuan pascamenopause tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan pemberian estrogen lokal melalui vagina apabila terdapat indikasi medis. Sementara tindakan operasi dipertimbangkan untuk kasus tertentu, terutama jika terdapat gangguan penyangga uretra atau dasar panggul.
Firas mengingatkan, perempuan yang mulai mengalami keluhan sering ingin buang air kecil, sulit menahan kencing, atau mengompol sebaiknya tidak menunda pemeriksaan. Penanganan sejak dini dapat membantu mengurangi keluhan sekaligus menjaga kualitas hidup pada masa lansia. (gus/fun)
Editor : Fandi Armanto