Menjaga Kesehatan Tulang untuk Investasi Masa Depan

Rizal Syatori • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:06 WIB
ILUSTRASI Sehat Bugar
ILUSTRASI Sehat Bugar

 

TULANG belakang merupakan salah satu bagian tubuh yang paling penting. Namun seringkali kurang mendapat perhatian. Padahal setiap aktivitas sehari-hari, mulai dari duduk, berdiri, berjalan, mengangkat barang, hingga berolahraga, semuanya bergantung pada fungsi tulang belakang yang sehat.

Ketika tulang belakang mengalami gangguan, kualitas hidup dapat menurun akibat nyeri, keterbatasan gerak. Bahkan gangguan fungsi saraf.

Dengan memahami anatomi, fungsi, penyakit yang dapat menyerangnya serta cara menjaga kesehatannya. Kita dapat mencegah berbagai masalah tulang belakang sejak dini.

Tulang belakang (vertebrae) adalah rangkaian 33 ruas tulang yang membentuk poros utama tubuh. Ruas-ruas tulang tersebut saling dihubungkan oleh sendi, ligamen, dan bantalan antarruas  (diskus intervertebralis) yang berfungsi sebagai peredam guncangan. Sehingga tubuh dapat bergerak dengan nyaman.

Tulang belakang memiliki tiga fungsi utama. Mulai menopang berat badan dan menjaga postur tubuh. Kemudian melindungi sumsum tulang belakang (spinal cord), yaitu jalur utama penghantar sinyal antara otak ke seluruh tubuh. Serta memungkinkan tubuh melakukan berbagai gerakan, seperti menoleh, membungkuk, memutar badan dan berdiri tegak.

Secara anatomi, tulang belakang dibagi menjadi lima bagian. Yakni servikal (leher) sebanyak tujuh ruas (C1-C7), toratal (punggung dada) 12 ruas (T1-T12), lumbal (pinggang) lima ruas (L1-L5), sakrum lima ruas yang menyatu, koksigis (tulang ekor) empat ruas yang menyatu.

Penyakit yang Dapat Menyerang Tulang Belakang

Berbagai penyakit dapat menyerang tulang belakang, mulai dari kelainan bentuk, proses penuaan, infeksi, cedera, hingga tumor.

1.      Nyeri Punggung (Low Back Pain)

Nyeri punggung merupakan keluhan yang paling sering dialami masyarakat. Penyebabnya beragam, mulai dari ketegangan otot, postur tubuh yang buruk, hingga gangguan pada diskus atau sendi tulang belakang.

2.      Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau Saraf Terjepit

HNP terjadi ketika bantalan antar ruas tulang menonjol dan menekan saraf. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri yang menjalar ke lengan atau tungkai, disertai kebas, kesemutan, maupun kelemahan otot.

3.      Stenosis Spinal

Adalah penyempitan tulang belakang yang menyebabkan penekanan saraf. Penyakit ini lebih sering terjadi pada usia lanjut. Akibat proses degeneratif dan dapat menyebabkan nyeri atau rasa berat pada tungkai saat berjalan.

4.      Kelainan Bentuk Tulang Belakang

Meliputi Skoliosis, yaitu tulang belakang melengkung ke samping. Kemudian Kifosis, adalah punggung terlalu membungkuk. Serta Lordosis, yakni lengkungan pinggang berlebihan.

5.      Ostoeporosis

Menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Pada tulang belakang, kondisi ini dapat menyebabkan patah tulang kompresi yang mengakibatkan nyeri hebat, penurunan tinggi badan, dan postur tubuh membungkuk.

6.      Cidera Tulang Belakang

Cidera akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh, atau olahraga. Dapat menyebabkan patah tulang belakang, hingga cidera sumsus tulang belakang yang berisiko menimbulkan kelumpuhan.

7.      Infeksi Tulang Belakang

Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri maupun tuberkulosis (TB tulang belakang). Penyakit ini dapat merusak tulang belakang, menyebabkan kelainan bentuk, dan menekan saraf apabila tidak segera diobati.

8.      Tumor Tulang Belakang

Tumor berasal dari tulang belakang itu sendiri maupun merupakan penyebaran kanker dari organ lain. Seperti paru-paru, payudara, prostat, atau ginjal.

Mengapa Kesehatan Tulang Belakang Penting?

Tulang belakang merupakan penopang utama tubuh, sekaligus pelindung sistem saraf pusat. Gangguan pada tulang belakang tidak hanya menyebabkan nyeri, tetapi juga dapat menganggu aktivitas sehari-hari, produktifitas. Bahkan kualitas hidup seseorang.

Sebagian besar gangguan tulang belakang sebenarnya dapat dicegah melalui gaya hidup sehat dan kebiasaan benar,” beber dr Hamzah, Sp. OT (CF) Spine.

Dokter spesialis orthopaedhi praktik di RSUD Bangil, RS. Sahabat dan RS. Islam Surabaya A. Yani  ini mengatakan, banyak cara menjaga kesehatan tulang belakang.

Mulai menjaga postur tubuh. Ini bisa dilakukan dengan duduk dengan punggung tegak dan bahu rileks dan hindari membungkuk dalam waktu lama.

Selain itu aktif bergerak. “Apabila bekerja dalam posisi duduk yang lama, berdiri dan lakukan peregangan setiap 30-60 menit. Ini aAgar tekanan pada tulang belakang berkurang,” beber Hamzah.

Selain itu, mengangkat beban dengan benar. Setiap kali mengangkat, tekuk lutut, bukan pinggang. Dekatkan beban ke tubuh. Hindari memutar badan saat mengangkat atau membawa bebat berat.

Pertahankan berat badan ideal karena berat badan yang berlebih meningkatkan tekanan pada tulang belakang, terutama daerah pinggang. Sehingga mempercepat proses keausan.

“Tidur juga harus dengan posisi yang baik  Gunakan kasur yang menopang tubuh dengan baik. Selebihnya, penuhi kebutuhan nutrisi, konsumsi makanan yang kaya akan kalsium, vitamin D, protein, magnesium. Paling penting lagi, hindari merokok,” beber Hamzah.

Merokok mengurangi aliran darah ke bantalan tulang belakang. Sehingga mempercepat proses degenerasi. Dan meningkatkan resiko nyeri punggung kronis.

Hamzah menyebut, tulang belakang merupakan pilar utama tubuh yang berperan dalam menopang berat badan, menjaga keseimbangan, melindungi sumsum tulang belakang, dan memungkinkan berbagai gerakan tubuh. "Tulang belakang adalah pilar kehidupan. Jagalah kesehatannya sejak hari ini, agar anda dapat berdisi tegak, bergerak nyaman dan menikmati hidup tanpa nyeri," beber Hamzah. (zal/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
tulang belakang osteoporosis sehat