Inovasi Puskesmas Gempol PENAK MAKAN JENGKOL Tekan Kematian Ibu-Bayi

Iwan Andrik • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:06 WIB
SOSIALISASI: Petugas kesehatan UOBF Puskesmas Gempol saat memberikan sosialisasi intensif mengenai inovasi PENAK MAKAN JENGKOL (Penurunan AKI dan AKB, Maksimalkan Jejaring Kolaborasi). (Puskesmas Gempol for Radar Bromo)
SOSIALISASI: Petugas kesehatan UOBF Puskesmas Gempol saat memberikan sosialisasi intensif mengenai inovasi PENAK MAKAN JENGKOL (Penurunan AKI dan AKB, Maksimalkan Jejaring Kolaborasi). (Puskesmas Gempol for Radar Bromo)

GEMPOL, Radar Bromo - Puskesmas Gempol terus memperkuat komitmennya, dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah kerjanya.

Langkah strategis ini diwujudkan, melalui peluncuran inovasi baru yang interaktif dan kolaboratif bernama PENAK MAKAN JENGKOL.

Inovasi ini, merupakan akronim dari Penurunan AKI dan AKB, Maksimalkan Jejaring Kolaborasi.

Mengusung jargon "Temukan Risikonya, Pantau Ibunya, Lindungi Bayinya, Maksimalkan Jejaringnya," inovasi ini hadir, dengan pendekatan praktis yang berfokus pada tujuh pilar utama.

Yakni Temukan, Tandai, Pantau, Kolaborasikan, Rujuk, Tindak Lanjut, dan Evaluasi.

Melalui program ini, pemantauan terhadap ibu hamil dan bayi berisiko tinggi, tidak lagi hanya bertumpu pada fasilitas kesehatan formal.

Puskesmas Gempol memperluas jangkauan pengawasan dengan mengintegrasikan seluruh elemen masyarakat dan layanan Kesehatan.

Mulai dari kader posyandu, bidan desa, pustu, klinik swasta, rumah sakit, pemerintah desa, hingga pihak keluarga pasien.

Langkah responsif ini diambil, berdasarkan evaluasi data baseline tahun 2025 yang mencatat adanya 4 kasus kematian ibu dan 9 kasus kematian bayi di wilayah kerja Puskesmas Gempol.

Kondisi tersebut memicu urgensi, perlunya sistem kolaborasi yang lebih solid.

Agar setiap faktor risiko dapat dideteksi sedini mungkin untuk mencegah keterlambatan penanganan.

"PENAK MAKAN JENGKOL bukan hanya sebuah inovasi, tetapi merupakan komitmen Bersama, untuk memastikan setiap ibu dan bayi berisiko, tidak terlewat dari pemantauan dan pertolongan," tegas Kepala Puskesmas Gempol, dr. Arma Roostina Heliantin.

Ia menambahkan, penguatan jejaring ini krusial agar respons penanganan menjadi lebih cepat dan berkesinambungan.

"Dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi, kita ingin setiap risiko ditemukan lebih awal, ditangani dengan cepat, dan mendapatkan tindak lanjut yang berkesinambungan," imbuhnya.

Melalui implementasi inovasi ini, Puskesmas Gempol memproyeksikan adanya percepatan komunikasi antarjejaring kesehatan, koordinasi rujukan yang lebih taktis, serta peningkatan intensitas kunjungan rumah (home visit) untuk pemantauan langsung.

Dalam jangka panjang, gerakan kolaboratif ini, diharapkan mampu memangkas angka kematian ibu dan bayi secara signifikan.

Sekaligus mendongkrak mutu pelayanan maternal dan neonatal di wilayah Gempol, Kabupaten Pasuruan. (one)

Editor : Jawanto Arifin
ibu hamil inovasi AKB aki puskesmas