Kenali Gejala Scabies dan Cara Memutus Rantai Penularannya

Arif Mashudi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:11 WIB
TANGANI PASIEN: Anindia Indraswari, M.Ked.Klin, Sp.DVE, selaku dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika IHC RS Wonolongan Dringu. (Foto : Istimewa)
TANGANI PASIEN: Anindia Indraswari, M.Ked.Klin, Sp.DVE, selaku dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika IHC RS Wonolongan Dringu. (Foto : Istimewa)

 

MASALAH kesehatan kulit masih menjadi perhatian serius bagi masyarakat di wilayah Probolinggo dan sekitarnya. Salah satu penyakit kulit menular yang kerap dikeluhkan warga adalah Scabies. Di kalangan masyarakat lokal, penyakit ini lebih akrab dikenal dengan sebutan "Gudik" atau kudis.

Scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi kutu atau tungau mikroskopis bernama Sarcoptes Scabiei. Kutu ini bereproduksi di permukaan kulit, lalu masuk dan bersarang di bawah lapisan kulit untuk bertelur, sehingga memicu reaksi alergi dan iritasi yang hebat.

Dokter Anindia Indraswari, M.Ked.Klin, Sp.DVE, selaku dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika mengatakan, ada gejala khas dan fenomena satu rumah untuk penyakit scabies tersebut. Gejala utama yang paling mudah dikenali dari scabies adalah munculnya bintil-bintil kemerahan pada kulit.

Pada beberapa kasus, bintil tersebut bahkan bisa disertai nanah akibat infeksi sekunder. Area tubuh yang paling sering diserang meliputi sela-sela jari tangan dan kaki, pergelangan tangan dan kaki, area kelamin, bokong, hingga bisa menyebar ke hampir seluruh bagian tubuh.

”Ciri khas lain dari penyakit ini adalah rasa gatal yang sangat hebat dan memburuk secara signifikan pada malam hari. Kondisi ini terjadi karena tungau scabies lebih aktif bergerak di bawah kulit saat suhu tubuh menghangat di waktu tidur,” ungkap dokter lulusan FK Universitas Airlangga tahun 2023 itu.

Dokter di IHC RS Wonolangan mengungkapkan, scabies sifatnya yang sangat menular. Scabies memiliki fenomena khas di dalam keluarga. Jika ada satu anggota keluarga di dalam rumah yang terkena, biasanya dalam waktu singkat anggota keluarga lain akan mengalami keluhan gatal yang serupa. Sebab, jalur penularan yang cepat.

Penularan scabies terjadi melalui dua cara utama. Pertama adalah kontak fisik secara langsung, seperti bersalaman atau bersentuhan kulit dengan penderita dalam durasi yang lama.

Kedua adalah penularan tidak langsung melalui perantara benda yang digunakan bersama. ”Kutu scabies dapat bertahan hidup selama beberapa hari di luar tubuh manusia pada media seperti sprei kasur, bantal, guling, selimut, handuk, pakaian, hingga sajadah,” tambahnya.

Meski demikian, penyakit scabies dapat dicegah melalui putus rantai dengan air panas. Untuk mencegah penularan dan memutus siklus hidup tungau di lingkungan tempat tinggal, masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kebersihan diri serta kebersihan di dalam maupun di luar rumah. Pencegahan mandiri yang dapat dilakukan mulai rajin mandi, keramas, dan rutin memotong kuku agar tidak menjadi tempat persembunyian kutu.

Mencuci seluruh pakaian, handuk, sprei, sarung bantal, dan guling menggunakan air panas. Menjemur perlengkapan tidur dan pakaian langsung di bawah terik matahari agar kutu yang menempel mati dan tidak menginfeksi kembali.

”Jika ada satu orang anggota keluarga yang terinfeksi, maka seluruh penghuni rumah wajib diobati secara bersamaan. Meskipun anggota keluarga lainnya belum menunjukkan gejala, tetap harus diobati. Supaya mencegah fenomena pingpong atau saling menularkan kembali terjadi,” terangnya.

Saat sudah terjangkit penyakit scabies, Anindia melarang penderita untuk menggaruk berlebihan atau memberikan obat sembarangan tanpa resep. Jika mengalami gejala di atas, segera konsultasikan kondisi kulit ke dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat di Probolinggo.

Secara medis, pasien biasanya akan diberikan obat antihistamin yang dianjurkan untuk diminum pada malam hari guna mengurangi gangguan rasa gatal saat tidur. Selain obat minum, dokter akan memberikan krim khusus (skabisida).

”Cara penggunaan krim ini cukup unik. Karena dioleskan secara merata dari batas leher hingga ke seluruh ujung jari kaki pada malam hari. Krim wajib dibiarkan menempel selama 8 hingga 10 jam, dan baru boleh dibilas atau dimandikan pada keesokan harinya,” ungkapnya. 

Gejala dan Tanda Utama Skabies:

·         Gatal hebat pada malam hari: Gejala paling khas akibat peningkatan aktivitas tungau saat suhu tubuh lebih hangat.

·         Ruam mirip jerawat: Bintik-bintik merah kecil, bersisik, atau melepuh yang muncul di area kulit yang tipis.

·         Garis halus di kulit: Terowongan tungau berbentuk garis putih keabu-abuan atau sewarna kulit yang sedikit menonjol.

·         Lokasi favorit tungau: Sela-sela jari tangan/kaki, pergelangan tangan, ketiak, selangkangan, sekitar pusar, dan payudara.

Bahaya Skabies:

·         Jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat dapat menimbulkan komplikasi serius.

·         Infeksi bakteri sekunder: Garukan konstan akibat gatal hebat dapat merusak pertahanan kulit. Luka terbuka ini menjadi pintu masuk bakteri seperti Staphylococcus aureus, yang memicu infeksi bernanah (impetigo) hingga selulitis.

·         Komplikasi Sistemik: Infeksi bakteri kronis akibat skabies yang parah berisiko memicu penyakit ginjal (glomerulonefritis akut) atau masalah jantung jika bakteri masuk ke aliran darah.

·         Penurunan Kualitas Hidup: Rasa gatal yang memburuk di malam hari memicu insomnia akut, kelelahan fisik, hingga gangguan konsentrasi dalam beraktivitas.

Cara Penularan yang Sangat Cepat:

·         Kontak fisik langsung: Bersentuhan kulit dengan penderita dalam durasi lama (berpelukan, berjabat tangan erat, atau tidur seranjang).

·         Kontak tidak langsung: Berbagi barang pribadi yang terkontaminasi tungau, seperti pakaian, handuk, sprei, selimut, atau alas tidur.

Pengobatan Medis dan Pencegahan Total.

·         Untuk memutus rantai penularan skabies secara absolut, langkah-langkah berikut wajib dilakukan:

·         Gunakan obat oles antiparasit: Aplikasikan krim Permethrin 5% sesuai resep dokter dari leher hingga ke seluruh sela-sela jari kaki. Diamkan selama 8–12 jam sebelum dibilas bersih.

·         Wajib pengobatan serentak: Seluruh anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah harus diobati pada waktu yang sama, bahkan jika mereka belum menunjukkan gejala.

·         Dekontaminasi kain: Cuci seluruh pakaian, handuk, dan sprei yang digunakan dalam 3 hari terakhir menggunakan air panas (minimal 60°C) dan deterjen. Keringkan di bawah terik matahari langsung dan setrika dengan suhu tinggi.

·         Isolasi barang non-tekstil: Barang yang tidak bisa dicuci (seperti kasur besar atau boneka) harus dilapisi plastik rapat atau dijemur di bawah terik matahari selama minimal 72 jam agar tungau mati kelaparan.

 (mas/fun)

Editor : Abdul Wahid
scabies gatal perawatan kulit