KULIT awet muda dan sehat tidak selalu harus menggunakan skincare mahal. Tak perlu pula harus memakai bahan kimian. Kulit kencang bisa dimulai dengan apa yang kita konsumsi setiap hari. Mengonsumsi buah buahan secara teratur bisa membantu merawat kesehatan kulit.
Beberapa jenis buah bisa membantu produksi kolagen secara alami dari dalam tubuh. Kolagen berperan penting dalam menjaga elastisitas dan kelembapan kulit. Sebab seiring bertambah usia, produksi kolagen menurun sehingga kulit mudah berkerut.
Spesialis kulit, dr Faradiani Rasyidi menuturkan beberapa jenis buah memang bagus untuk kesehatan kulit. Seperti, jeruk dan beri (Stroberi, Blueberi). Kedua jenis buah ini kaya dengan Vitamin C yang sangat penting untuk produksi kolagen. Kolagen menjaga kulit tetap kenyal dan mencegah kerutan.
Buah lainnya yang bagus bagi kulit adalah pepaya. Buah yang banyak ditanam oleh jamak orang di halaman maupun kebun ini, mengandung enzim papain yang membantu mengangkat sel kulit mati dan mempercepat penyembuhan luka.
Adapula, alpukat yang merupakan sumber lemak sehat dan vitamin E yang berfungsi melembapkan kulit dari dalam serta melindunginya dari kerusakan oksidatif. Serta semangka yang memiliki kadar air yang sangat tinggi (sekitar 92 persen), sangat baik untuk menjaga hidrasi kulit agar tidak kering.
Untuk mendapatkan manfaat optimal, disarankan mengonsumsi buah dua hingga tiga porsi per hari. Satu porsi setara dengan satu buah ukuran sedang (seperti apel/jeruk) atau satu mangkuk kecil potongan buah.
"Sebaiknya variasikan jenis buah setiap hari agar kulit mendapatkan berbagai jenis nutrisi yang berbeda," kata Fara-sapaannya.
Namun perlu diingat agar tidak mengonsumsi buah secara berlebihan. Meski alami, mengonsumsi buah dalam jumlah yang terlalu banyak (ekstrem) tetap memiliki risiko. Bisa berdampak pada kadar gula darah.
Buah mengandung fruktosa (gula alami). Namun konsumsi berlebihan bisa menyebabkan lonjakan gula darah, yang pada beberapa orang justru memicu peradangan kulit seperti jerawat.
Perempuan yang kesehariannya praktik di RSUD Grati Kabupaten Pasuruan ini menyebut, mengonsumsi buah berlebihan bisa berdampak pada pencernaan. Kandungan serat yang terlalu tinggi dalam waktu singkat dapat menyebabkan perut kembung atau diare.
Jika hanya makan buah dan mengabaikan protein atau lemak sehat, kulit justru bisa tampak kusam karena kekurangan blok pembangun jaringan (protein). "Sebaiknya konsumsi secara teratur. Dua sampai tiga porsi buah cukup untuk asupan harian," terang Fara.
Tetap Gunakan Skincare secara Teratur
KONSUMSI buah secara teratur tidak menghilangkan kegunaan skincare. Kulit tetap butuh skincare harian untuk menjaga kelembaban dan kesehatan kulit. Termasuk untuk mencegah paparan sinar matahari.
Dokter Faradiani Rasyidi menuturkan, perawatan luar seperti skincare tetap diperlukan. Sebab kulit tetap butuh perlindungan dari Lingkungan (Sinar UV dan Polusi). Nutrisi dari buah tidak bisa memantulkan sinar matahari secara langsung. Kulit tetap membutuhkan sunscreen untuk mencegah flek hitam dan penuaan dini akibat radiasi UV.
Kulit juga membutuhkan pembersih (cleanser) untuk mengangkat debu dan polusi yang menempel di pori-pori. Skincare juga bermanfaat untuk menjaga kelembapan permukaan (skin barrier). Buah seperti semangka membantu hidrasi dari dalam, namun faktor lingkungan (AC, cuaca panas, atau sabun mandi) dapat menguapkan kadar air di lapisan terluar kulit.
"Pelembap berfungsi mengunci air tersebut agar kulit tidak bersisik dan tetap halus," jelas perempuan asli kota Malang ini.
Lulusan kedokteran UB malang ini menjelaskan beberapa masalah kulit tidak bisa diselesaikan hanya dengan makanan. Misalnya, eksfoliasi yang berguna mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di permukaan agar kulit tidak kusam. Atau masalah jerawat hingga iritasi.
Kulit membutuhkan kandungan aktif (seperti salicylic acid atau aloe vera) yang bekerja langsung pada titik masalah. "Di sinilah fungsi skincare. Menjaga dan merawat kulit dari masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan mengonsumsi buah," sebut Fara.
Ia mengingatkan, mengonsumsi buah sebaiknya tidak dengan gula. Menambahkan gula ke dalam jus buah bisa menjadi pedang bermata dua. Alasannya, buah-buahan kaya akan antioksidan, vitamin C, dan vitamin E yang sangat dibutuhkan untuk produksi kolagen dan menangkal radikal bebas.
Jus buah asli tetap memberikan nutrisi tersebut, yang membantu kulit tampak lebih cerah dan elastis. Masalah utama muncul ketika gula ditambahkan secara berlebihan. Proses yang disebut glikasi dapat terjadi di dalam tubuh.
Ini bisa menyebabkan kerusakan kolagen. Konsumsi gula berlebih dalam darah bisa menempel pada protein kolagen dan elastin, membuatnya jadi kaku dan rapuh.
"Juga berisiko jerawat. Konsumsi gula tinggi dapat meningkatkan kadar insulin, yang terkadang memicu peradangan dan produksi minyak berlebih pada wajah," tutur Fara.
Lulusan pendidikan spesialis dermatovenereologi ini mengatakan, saat buah dijus (terutama jika disaring), seratnya banyak yang hilang. Tanpa serat, gula alami dari buah (fruktosa) ditambah gula tambahan akan diserap tubuh dengan sangat cepat, yang bisa memicu lonjakan gula darah.
Agar jus tetap "ramah" di kulit, bisa menggunakan sedikit madu atau tidak perlu ditambah gula sama sekali jika buahnya sudah manis (seperti mangga atau nanas). Bisa juga dicampur dengan sayuran. Mencampur buah dengan sayuran hijau (seperti bayam atau timun) bisa meningkatkan nutrisi tanpa menambah beban gula.
Jika memungkinkan, buatlah smoothie daripada jus bening agar seratnya tetap terjaga. Serat membantu memperlambat penyerapan gula. "Jus tersebut tetap bermanfaat karena kandungan vitaminnya, namun manfaatnya akan jauh lebih optimal bagi kulit jika dikonsumsi tanpa gula tambahan," jelas Fara. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid