Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rumah Sakit Rizani Paiton Buka Layanan Antar-Jemput Gratis Pasien HD, Ringankan Beban Keluarga

Jamaludin Uno • Rabu, 1 Juli 2026 | 20:00 WIB

 WAJAH BARU: Selain terus meningkatkan sarana dan kualitas layanan, RS Rizani juga mempercantik penampilan untuk menambah kenyamanan pasien.

WAJAH BARU: Selain terus meningkatkan sarana dan kualitas layanan, RS Rizani juga mempercantik penampilan untuk menambah kenyamanan pasien.

 

Rumah Sakit Rizani Paiton, Kabupaten Probolinggo, terus berinovasi demi memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat. Terbaru, rumah sakit ini meluncurkan layanan antar-jemput gratis bagi pasien hemodialisis (HD) atau cuci darah yang menjalani terapi rutin.

 ====================================

 

PROGRAM tersebut hadir sebagai bentuk komitmen RS Rizani dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pasien (patient-centered care). Sebab, pasien gagal ginjal kronis harus menjalani terapi cuci darah secara rutin dua hingga tiga kali setiap pekan. Sementara, banyak di antara mereka menghadapi kendala mobilitas maupun transportasi.

Direktur RS Rizani Paiton Dr. dr. Mirrah Samiyah, M.Kes. mengatakan, terapi hemodialisis merupakan pengobatan jangka panjang yang membutuhkan kedisiplinan tinggi. Namun dalam praktiknya, banyak pasien mengalami hambatan untuk datang ke rumah sakit.

“Banyak pasien HD yang menghadapi kendala fisik karena mudah lelah, keterbatasan pendamping dari keluarga, hingga masalah transportasi menuju rumah sakit. Karena itu, kami menghadirkan layanan antar-jemput gratis agar pasien dapat fokus pada proses pemulihan kesehatannya,” ujarnya.

Persoalan transportasi memiliki pengaruh besar terhadap kepatuhan pasien menjalani terapi. Tidak sedikit pasien yang menunda, bahkan melewatkan jadwal cuci darah karena tidak memiliki kendaraan, kondisi tubuh yang lemah, tidak ada keluarga yang mengantar, maupun karena biaya perjalanan yang cukup besar.

“Padahal, keterlambatan terapi dapat menyebabkan penumpukan racun dan cairan di dalam tubuh yang berisiko memicu berbagai komplikasi medis,” katanya.

Direktur yang akrab disapa Dokter Mia ini menjelaskan, layanan ini diperuntukkan bagi pasien hemodialisis RS Rizani dengan penjamin BPJS Kesehatan Kelas III atau Penerima Bantuan Iuran (PBI). Terutama mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas dan akses transportasi. Serta, pasien dan keluarga yang kurang mampu mengakses layanan kesehatan.

Dalam mekanisme layanan ini, tim HD terlebih dahulu melakukan identifikasi pasien yang memenuhi kriteria. Kemudian, tim akan melakukan komunikasi dan penginformasian kepada pasien terkait rencana antar-jemput. Bagi pasien yang memenuhi kriteria dan bersedia mengikuti layanan ini, akan diundang di grup WA untuk koordinasi,” katanya.

Layanan antar-jemput dilakukan secara terjadwal dan terintegrasi dengan jadwal cuci darah pasien. Saat ini penjemputan dilakukan setiap hari dalam dua sif dengan cakupan wilayah Kabupaten Probolinggo. Rute terjauh menjangkau Kecamatan Dringu, sedangkan wilayah terdekat berada di Kecamatan Kraksaan.

Dokter Mia berharap layanan antar-jemput gratis bagi pasien HD tersebut, dapat mendukung dan meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi secara rutin sekaligus meringankan beban keluarga.

“Selain meningkatkan kualitas hidup pasien dan meminimalkan risiko komplikasi akibat keterlambatan cuci darah, layanan ini juga diharapkan dapat mengurangi biaya transportasi keluarga serta membantu masyarakat kurang mampu mengakses layanan kesehatan,” jelasnya. (uno/rud/*)

FASILITAS: RS Rizani menyiapkan sejumlah kendaraan untuk mendukung layanan antar-jemput gratis bagi pasien hemodialisis.
FASILITAS: RS Rizani menyiapkan sejumlah kendaraan untuk mendukung layanan antar-jemput gratis bagi pasien hemodialisis.

 

Siapkan 14 Unit Mesin Hemodialisis

LAYANAN Hemodialisis (HD) atau cuci darah di RS Rizani Paiton terus menunjukkan perkembangan signifikan sejak pertama beroperasi pada Juli 2018. Sejauh ini Unit Hemodialisis RS Rizani telah memiliki 14 unit mesin yang didukung tenaga medis tersertifikasi HD serta sistem manajemen mutu yang tersertifikasi secara paripurna.

Direktur RS Rizani Paiton Dr. dr. Mirrah Samiyah, M.Kes. mengatakan, peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap layanan cuci darah mendorong rumah sakit terus melakukan pengembangan fasilitas dan sumber daya manusia.

“Sejak pertama kali dibuka dengan empat unit mesin, layanan hemodialisis terus berkembang seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat dari Probolinggo, Situbondo, dan daerah sekitarnya,” ujarnya.

Penambahan jumlah mesin hemodialisis dilakukan untuk memenuhi tingginya angka kunjungan pasien, mengurangi waktu tunggu layanan, serta kebutuhan masyarakat akan layanan cuci darah yang dekat dan mudah diakses.

RS Rizani berkomitmen meminimalkan waktu tunggu pasien, sehingga setiap penderita gagal ginjal kronis bisa mendapatkan kepastian jadwal terapi tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar kota. Hal ini sejalan dengan visi rumah sakit untuk menjadi pilihan utama masyarakat yang mengutamakan keselamatan pasien,” ujarnya.

Untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga, seluruh dokter dan perawat di unit hemodialisis wajib memiliki sertifikasi kompetensi mahir HD. Rumah sakit juga rutin menggelar pelatihan internal serta supervisi langsung oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi.

Selain didukung fasilitas yang memadai, RS Rizani juga menawarkan sejumlah keunggulan yang memudahkan pasien hemodialisis. Seperti layanan pembuatan akses pembuluh darah (pemasangan AV-Shunt) yang bisa dilakukan di klinik spesialis bedah toraks kardio vascular (BTKV) RS Rizani.

BERSIH: Ruang layanan hemodialisis RS Rizani. Sejauh ini, RS Rizani telah memiliki 14 unit mesin Hemodialisis.
BERSIH: Ruang layanan hemodialisis RS Rizani. Sejauh ini, RS Rizani telah memiliki 14 unit mesin Hemodialisis.

 

Kemudian, layanan BPJS Kesehatan tanpa biaya tambahan sesuai ketentuan, program konsultasi gizi dan promosi kesehatan hingga program antar-jemput gratis bagi pasien yang membutuhkan. Kenyamanan pasien selama menjalani terapi juga menjadi perhatian utama.

Ruang hemodialisis dilengkapi pendingin udara, tempat tidur ergonomis yang dapat disesuaikan, serta fasilitas televisi untuk mengurangi kejenuhan selama proses cuci darah yang berlangsung beberapa jam. Tak hanya itu, rumah sakit juga menggunakan sistem pengolahan air Reverse Osmosis (RO) berstandar medis tinggi untuk memastikan keamanan terapi.

Evaluasi mutu pelayanan dilakukan secara berkala melalui survei kepuasan pasien dan pemantauan berbagai masukan yang diterima unit layanan. Tujuannya untuk segera dilakukan perbaikan demi menjaga standar pelayanan tetap ‘JUARA’. Yakni, juara mutu layanannya, utamakan keselamatan. (uno/rud/*)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#rs rizani #hemodialisis #cuci darah #probolinggo