RSUD Tongas terus memperkuat peran sebagai rumah sakit rujukan dengan menghadirkan inovasi layanan kesehatan yang menjangkau masyarakat lebih dekat. Salah satunya melalui program Pelita Pijar (Pelayanan Spesialis dengan Puskesmas Jejaring).
==============================
PROGRAM Pelita Pijar menghadirkan dokter spesialis langsung ke puskesmas. Bahkan, hingga tingkat desa di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Direktur RSUD Tongas dr. Catur Prangga Wadana, Sp.A., M.Kes. menjelaskan, program ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program Sae Kesehatan yang diinisiasi Pemkab Probolinggo. Menurutnya, paradigma pelayanan kesehatan saat ini tidak lagi hanya menunggu pasien datang ke rumah sakit melalui sistem rujukan.
“Sesuai arahan Bapak Bupati (Bupati Probolinggo Mohamad Haris, Red) melalui program Sae Kesehatan, kami harus membangun kolaborasi lintas sektor. Jadi kami tidak hanya menunggu pasien datang melalui sistem rujukan. Namun juga turun langsung memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Harapannya, derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Probolinggo semakin meningkat,” ujar dr. Catur.
Melalui Pelita Pijar, RSUD Tongas membangun jejaring dengan 11 puskesmas. Antara lain, Puskesmas Sukapura, Wonomerto, Lumbang, Leces, Bantaran, serta sejumlah puskesmas lain di wilayah kerja RSUD Tongas. Sistem ini memungkinkan dokter spesialis turun langsung sesuai kebutuhan layanan di lapangan.
Program ini juga menjadi bentuk transformasi layanan kesehatan, dari yang sebelumnya terpusat di rumah sakit menjadi lebih desentralisasi dan berbasis kebutuhan wilayah. RSUD Tongas tidak hanya berperan sebagai tempat rujukan akhir, tetapi juga mitra aktif puskesmas dalam pelayanan preventif dan promotif. (gus/hn/*)
Warga Desa Tak Lagi Harus ke Rumah Sakit
Bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo, terutama yang berada di wilayah desa dan jauh dari pusat layanan kesehatan, program Pelita Pijar RSUD Tongas menjadi angin segar. Sebab, mereka bisa mengakses layanan medis spesialis dengan lebih dekat.
Melalui program ini, warga tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan dokter spesialis. Sebab, RSUD Tongas secara langsung menghadirkan layanan tersebut ke puskesmas melalui sistem jadwal dan koordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat.
“Ini merupakan bentuk jemput bola. Pelayanan yang sebelumnya mungkin terasa jauh, kini bisa lebih dekat dengan masyarakat,” terang Direktur RSUD Tongas dr. Catur Prangga Wadana, Sp.A., M.Kes.
Dengan cara ini, menurut Carut, RSUD Tongas ingin membangun hubungan yang kuat dengan puskesmas. Sekaligus memberikan kemudahan bagi warga untuk mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus bepergian jauh.
Dalam pelaksanaannya, puskesmas terlebih dahulu melakukan pendataan pasien yang membutuhkan layanan spesialis. Dalam satu kali kegiatan, jumlah pasien yang dilayani bisa mencapai puluhan orang, tergantung kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Layanan yang diberikan juga sangat beragam. Untuk kesehatan ibu dan anak, RSUD Tongas menurunkan dokter spesialis kandungan lengkap dengan fasilitas USG,” lanjutnya.
Sementara itu, untuk kasus penyakit paru, termasuk TBC, dokter spesialis paru hadir langsung untuk pemeriksaan dan konsultasi. Lalu untuk pencegahan stunting, dokter spesialis anak turut diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak, edukasi kesehatan, hingga konsultasi bagi orang tua.
Seluruh layanan tersebut diberikan secara gratis. Sehingga sangat membantu masyarakat dalam mengurangi beban biaya dan akses transportasi ke rumah sakit.
Masyarakat juga menyambut positif program ini. Sebab, tidak hanya memudahkan akses. Namun juga mempercepat deteksi dini berbagai penyakit yang sebelumnya sering terlambat ditangani akibat keterbatasan layanan di tingkat puskesmas. (gus/hn/*)
Juga Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan di Puskesmas
Di balik layanan langsung kepada masyarakat, program Pelita Pijar RSUD Tongas juga memiliki dampak penting secara internal. Program ini mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan di tingkat puskesmas.
Kehadiran dokter spesialis di lapangan tidak hanya difokuskan pada pemeriksaan pasien. Namun juga menjadi sarana transfer ilmu kepada tenaga kesehatan. Seperti dokter umum, bidan, dan perawat di puskesmas jejaring.
“Ketika terjadi kondisi kegawatdaruratan, petugas kesehatan di puskesmas sudah memiliki bekal pengetahuan yang lebih baik tentang langkah-langkah penanganan awal yang harus dilakukan,” jelas Direktur RSUD Tongas dr. Catur Prangga Wadana.
Melalui interaksi langsung dengan dokter spesialis, tenaga kesehatan di puskesmas mendapatkan pengalaman praktis yang tidak selalu bisa diperoleh hanya melalui teori. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam menangani kasus sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Selain itu, RSUD Tongas juga membawa berbagai peralatan medis penunjang yang tidak tersedia di puskesmas, seperti USG dan rontgen portabel. Kehadiran alat ini membuat pemeriksaan menjadi lebih lengkap dan akurat di tingkat layanan primer.
Program Pelita Pijar sendiri telah berjalan lebih dari satu tahun dengan jadwal pelaksanaan sekitar dua kali setiap bulan. Selama pelaksanaannya, program ini mendapat respons positif dari masyarakat sekaligus tenaga kesehatan di lapangan. Sebab, mampu memberikan pengalaman langsung dalam penanganan kasus medis.
RSUD Tongas saat ini juga memiliki dukungan lengkap dari berbagai dokter spesialis. Mulai dari anak, kandungan, bedah, penyakit dalam, jantung, ortopedi, saraf, mata, rehabilitasi medik, paru, radiologi, anestesi, hingga rencana pengembangan spesialis bedah plastik.
Ke depan, RSUD Tongas berkomitmen memperluas inovasi layanan. Termasuk rencana layanan jemput pasien untuk membantu puskesmas yang mengalami keterbatasan transportasi medis.
“Kami ingin pelayanan kesehatan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Jika suatu saat puskesmas mengalami kendala ambulans atau membutuhkan bantuan transportasi pasien, jangan ragu menghubungi RSUD Tongas. Kami siap membantu dan menjemput pasien yang membutuhkan pelayanan lebih lanjut,” pungkas dr. Catur.
Program Pelita Pijar menjadi bukti bahwa layanan kesehatan tidak harus menunggu di rumah sakit. Namun bisa hadir langsung di tengah masyarakat melalui kolaborasi dan penguatan sistem layanan berbasis jejaring. (gus/hn/*)
Editor : Muhammad Fahmi