Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kiprah Direktur RSUD Waluyo Jati dr Yessi: Dua Tahun Memimpin, RSUD Waluyo Jati Bertransformasi dan Melesat

Jamaludin Uno • Selasa, 30 Juni 2026 | 09:28 WIB
ICVCU ; Fasilitas ini menjadi tonggak penting dalam penanganan pasien jantung agar mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan dekat tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah. Inset: Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG(K), Subsp. Obginsos, M.H., M.Kes., FISQua, C.M.C.,
ICVCU ; Fasilitas ini menjadi tonggak penting dalam penanganan pasien jantung agar mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan dekat tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah. Inset: Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG(K), Subsp. Obginsos, M.H., M.Kes., FISQua, C.M.C.,

 

Dua tahun kepemimpinan Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG(K), Subsp.Obginsos., M.H., M.Kes., FISQua, C.M.C., FCHMC. menjadi periode penting dalam perjalanan transformasi RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo. Selama masa itu, RSUD Waluyo Jati bergerak dari sekadar rumah sakit daerah menjadi layanan kesehatan yang lebih modern, humanis, dan terintegrasi.

 ============================

SEJAK awal masa kepemimpinannya, transformasi ini dijalankan melalui semangat BUGARR. Akronim dari Bersih, Unggul, Gerak Cepat, Aman, Ramah, dan Rapi. Semangat tersebut menjadi fondasi perubahan rumah sakit agar lebih modern, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Tidak hanya itu, seluruh civitas hospitalia juga didorong menjadi insan HEBATT. Yaitu, Humanis, Efektif, Berkualitas, Amanah, Teliti, dan Tepercaya, dengan tujuan akhir mewujudkan rumah sakit yang MELESATT. Akronim dari Mendunia, Empati Tinggi, Layanan Prima, Efektif Efisien, Sejahtera, Akuntabel, Transparan, dan Terukur.

Perubahan mulai terlihat pada Agustus 2024 saat Poliklinik Psikiatri resmi dibuka bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Layanan ini menjadi pintu awal penguatan kesehatan jiwa di RSUD Waluyo Jati.

KOMPAK ; Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, Wakil Bupati Fahmi AHZ bersama jajaran direksi dan karyawan saat HUT ke-44 RSUD Waluyo Jati.
KOMPAK ; Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, Wakil Bupati Fahmi AHZ bersama jajaran direksi dan karyawan saat HUT ke-44 RSUD Waluyo Jati.

 

Selanjutnya, rumah sakit menghadirkan Ruang Lotus. Yaitu, ruang rawat inap khusus psikiatri yang memberikan pelayanan aman, nyaman, dan bermartabat bagi pasien gangguan kesehatan jiwa.

“Transformasi juga menyentuh layanan anak dengan penataan fasilitas yang lebih nyaman, bersih, dan ramah keluarga. Sehingga anak dapat menjalani perawatan dengan suasana yang lebih tenang,” terang Direktur RSUD Waluyo Jati Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG(K)., Subsp.Obginsos., M.H., M.Kes., FISQua, C.M.C., FCHMC.

Di sisi lain, RSUD Waluyo Jati memperluas layanan vital melalui hadirnya Hemodialisis yang juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Layanan ini menjadi solusi bagi pasien gagal ginjal kronis agar tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk terapi rutin, didukung tenaga profesional dan fasilitas reverse osmosis.

Memasuki Januari 2026, bertepatan dengan HUT ke-44 RSUD Waluyo Jati, Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo meresmikan Ruang Cathlab (catheterization laboratory) dan ICVCU (intensive cardiovascular care unit). Fasilitas ini menjadi tonggak penting layanan jantung agar pasien mendapatkan pelayanan lebih cepat dan berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

KOMPETEN ; Dokter Yessi meraih gelar FCHMC, Sabtu 20 Juni 2025 di Semarang.
KOMPETEN ; Dokter Yessi meraih gelar FCHMC, Sabtu 20 Juni 2025 di Semarang.

 

RSUD Waluyo Jati juga memperkuat layanan intensif melalui HCU, ICU, ICCU/ICVCU, PICU, NICU, dan SCU. Dilengkapi sarana modern serta tenaga medis kompeten untuk menangani pasien dari bayi hingga dewasa.

“Khusus layanan ibu dan bayi, NICU terus dikembangkan menjadi ruang perawatan intensif neonatal yang lengkap dan representatif. Memperkuat posisi rumah sakit sebagai rujukan maternal-neonatal,” terangnya.

Di layanan bedah, rumah sakit didukung kamar operasi untuk berbagai tindakan, seperti obgyn, bedah umum, bedah saraf, ortopedi, mata, hingga THT. Dilengkapi ruang pendukung seperti premedikasi, pemulihan, dan tenaga kesehatan kompeten agar tindakan berjalan aman dan terukur. (uno/hn/*)

 

NICU ; Ruangan ini didesain ramah anak dengan ornamen ceria, didukung teknologi modern dan tenaga medis terlatih untuk merawat bayi prematur maupun bayi dengan komplikasi
NICU ; Ruangan ini didesain ramah anak dengan ornamen ceria, didukung teknologi modern dan tenaga medis terlatih untuk merawat bayi prematur maupun bayi dengan komplikasi

 

Tumbuh Jadi Ruang Sehat, Digital, dan Berbasis Nilai Sosial

 

Selain penguatan layanan medis, transformasi RSUD Waluyo Jati juga menyentuh banyak aspek lain. Mulai aspek sosial, digital, dan lingkungan yang lebih luas.

Rumah sakit ini mengembangkan layanan promotif dan preventif melalui Poli Eksekutif, Poli Vaksin Internasional, Poli CPMI, dan Medical Check Up (MCU). Tujuannya, memudahkan masyarakat dalam kebutuhan kesehatan pendidikan, pekerjaan, hingga perjalanan.

Transformasi ini juga selaras dengan semangat Kabupaten Probolinggo SAE Layanan Kesehatan. Yaitu, sejahtera, amanah, religius, dan eksis berdaya saing.

Nilai religius menjadi ciri khas yang terus tumbuh. Salah satunya melalui kegiatan Sedekah Berkah Hari Jumat dan Khotmil Quran di Musala Ar Rohmah. Termasuk pembagian makanan dan minuman gratis bagi pasien, keluarga, dan civitas hospitalia.

“Kegiatan ini dipusatkan di Musala Ar Rohmah sebagai sarana memperkuat nilai kebersamaan dan pengabdian. Menjadi bagian dari budaya yang dibangun rumah sakit,” jelas Direktur RSUD Waluyo Jati Dr. dr. Hj. Yessi Rahmawati, Sp.OG(K), Subsp. Obginsos, M.H., M.Kes., FISQua, C.M.C., FCHMC.

HEMODIALISA ; Layanan cuci darah ini menjadi solusi bagi pasien gagal ginjal kronis agar tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan terapi rutin.
HEMODIALISA ; Layanan cuci darah ini menjadi solusi bagi pasien gagal ginjal kronis agar tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan terapi rutin.

 

Dari sisi lingkungan, program tamanisasi dan green hospital membuat suasana rumah sakit lebih teduh dan nyaman. Area hijau, koridor tertata, dan lingkungan bersih menghadirkan pengalaman berbeda bagi pasien dan keluarga.

“Suasana rumah sakit yang identik dengan tegang dan menakutkan berubah menjadi lebih nyaman, teduh, dan menenangkan. Ini salah satu perubahan yang dirasakan pasien,” lanjutnya.

Transformasi juga diperkuat dengan digitalisasi layanan. Seperti media sosial, website, pengaduan Bunda Care, pendampingan pasien WJ SATIA, edukasi obat SIDENGCOD, layanan pengantaran obat SOBAT, hingga sistem manajemen WJ GAJIQU dan WJ TRABAS.

Pembangunan fasilitas penunjang turut dilakukan. Mulai dari ruang direksi, ruang pertemuan, perluasan depo farmasi, ruang sitotoksik, CSSD, laundry, hingga penataan musala dan ruang tunggu yang lebih nyaman.

Hasil dari transformasi tersebut juga tercermin dari capaian rumah sakit yang menerima berbagai penghargaan dari BPJS Kesehatan, Jasa Raharja, pemerintah daerah, dan media massa. Pada 2025, inovasi Program Rumah Sakit BUGARR bahkan meraih Radar Bromo Award 2025 Kategori Kesehatan.

Dari sisi kinerja, RSUD Waluyo Jati mencatat pendapatan yang melampaui target PAD hingga 106 persen. PAD itu kemudian kembali digunakan untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat.

Kepemimpinan dr. Yessi menjadi motor penggerak perubahan ini. Dengan latar belakang sebagai dokter spesialis, akademisi, hingga kompetensi manajemen kesehatan, ia menghadirkan gaya kepemimpinan berbasis ilmu, pengalaman klinis, komunikasi, dan keberanian melakukan perubahan.

Transformasi ini juga diikuti dengan berbagai aktivitas internal. Seperti senam BUGARR, senam stroke, senam osteoporosis bersama Perwatusi. Ada juga kegiatan sosial seperti donor darah, bakti sosial operasi katarak, dukungan medis pada event lokal dan regional, serta keberhasilan menggelar pawai budaya.

“Ini menunjukkan bahwa RSUD Waluyo Jati bukan hanya sebuah fasilitas kesehatan tetapi juga menjadi bagian aktif dari denyut sosial masyarakat Kabupaten Probolinggo,” tutupnya. (uno/hn/*)

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#dr yessi #rsud waluyo jati #probolinggo