Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Genjot Layanan Dasar, Puskesmas Rejoso Luncurkan Jurus Jitu Berupa Posyandu Antik

Iwan Andrik • Kamis, 18 Juni 2026 | 10:41 WIB
SEMARAK: Tradisi Wisuda Balitaku di wilayah Puskesmas Rejoso. Agenda ini digelar sebagai bentuk apresiasi bagi para ibu yang konsisten mendampingi tumbuh kembang buah hatinya selama 5 tahun penuh di posyandu. (Puskesmas Rejoso for Radar Bromo)
SEMARAK: Tradisi Wisuda Balitaku di wilayah Puskesmas Rejoso. Agenda ini digelar sebagai bentuk apresiasi bagi para ibu yang konsisten mendampingi tumbuh kembang buah hatinya selama 5 tahun penuh di posyandu. (Puskesmas Rejoso for Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Puskesmas Rejoso berhasil melakukan lompatan besar dengan melahirkan inovasi "Posyandu Antik" (Anak Sehat, Terintegrasi, dan Komprehensif).

Keberadaan Posyandu Antik ini, ditujukan untuk mendongkrak capaian kesehatan ibu dan anak yang sempat di bawah target.

Inovasi ini lahir, sebagai jawaban atas kegelisahan para kader, bidan desa, dan pemerintah desa pada tahun 2022, saat angka partisipasi penimbangan balita (capaian D/S) di wilayah Desa Rejoso Lor, berada di bawah target nasional sebesar 80 persen. Saat itu, layanan posyandu dinilai belum optimal.

Dimulai sejak tahun 2023, Posyandu Antik rutin digelar setiap bulan dengan konsep yang jauh lebih hidup.

Tidak hanya menimbang dan mengukur tinggi badan, posyandu ini mengintegrasikan layanan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK/DDTK) anak.

Keberhasilan program ini didukung oleh sinergi kuat lintas sektor, mulai dari jajaran kecamatan, perangkat desa, TP-PKK, Bina Keluarga Balita (BKB), Sub-PPKBD, hingga Bunda-bunda PAUD setempat yang ikut mengawal tumbuh kembang anak secara psikologis dan motorik.

Daya tarik utama yang berhasil memicu antusiasme warga, adalah tradisi Wisuda Balitaku.

Agenda ini digelar setiap bulan Desember bertepatan dengan momentum Hari Ibu sebagai bentuk apresiasi bagi para ibu yang konsisten mendampingi tumbuh kembang buah hatinya selama 5 tahun penuh di posyandu.

Namun, wisuda ini tidak diberikan sembarangan. Balita yang berhak lulus harus memenuhi tiga kriteria ketat. Salah satunya, menimbang berat badan minimal 8 kali dalam setahun.

“Serta telah mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL). Dan Mengikuti pemeriksaan DDTK minimal 2 kali dalam setahun,” kata Kepala Puskesmas Rejoso, drg. Saida Khoirina.

Inovasi yang awalnya berjalan dengan pendanaan mandiri dan stimulan desa yang terbatas, kini telah berkembang menjadi program yang berkelanjutan. Sejak 2024, aspek pendanaan program ini telah jauh lebih kokoh.

"Awalnya hanya beberapa posyandu saja yang didanai desa. Namun sejak tahun 2024, hampir seluruh kegiatan Posyandu Antik telah memperoleh dukungan dana penuh dari Anggaran Dana Desa (ADD) serta diperkuat oleh bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan sekitar," urai drg. Saida Khoirina.

Melalui komitmen pembiayaan ini, Posyandu Antik kini bertransformasi menjadi posyandu mandiri berkualitas yang siap mencetak generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan bebas stunting dari Desa Rejoso Lor. (one)

Editor : Jawanto Arifin
#inovasi #posyandu #puskesmas rejoso