PASURUAN, Radar Bromo - Tingginya angka perdarahan postpartum (HPP) yang menyentuh 16 persen pada tahun 2025, membuat Puskesmas Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, melakukan sebuah terobosan.
Salah satunya dengan meluncurkan inovasi BESTI BUNDA (Strategi Double Protection Hipertensi dan Anemia).
Inovasi ini hadir sebagai solusi konkret berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.
Kepala Puskesmas Purwodadi, H Sudjarwo, menyatakan rendahnya cakupan kunjungan trimester pertama (K1 Murni) di bawah 42 persen menjadi tantangan utama.
Akibatnya, banyak risiko hipertensi (preeklampsia) dan anemia pada ibu hamil terlambat terdeteksi.
"Melalui BESTI BUNDA, kami melakukan jemput bola melalui gerakan Gertak Haters dan standarisasi skrining menggunakan alat POCT Hemocue. Kami juga menerapkan sistem Color Code (stiker risiko) pada buku KIA agar penanganan pasien lebih cepat dan tepat," ujarnya.
Tak hanya pemeriksaan fisik, inovasi ini menyentuh ranah digital melalui aplikasi SIAP BUNDA.
Sistem ini memastikan kepatuhan ibu hamil, dalam mengonsumsi tablet tambah darah dan obat anti-hipertensi terpantau secara real-time, oleh tenaga medis.
Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan kesehatan di tingkat desa.
Dengan sinergi antara kader, tenaga kesehatan, dan dukungan dana desa, Puskesmas Purwodadi optimistis dapat mewujudkan target Zero Maternal and Neonatal Death di wilayahnya. (one)
Editor : Jawanto Arifin