Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Menu Makan Bergizi Gratis yang Ideal selama Ramadan, Begini Menurut Ahli Gizi

Fahrizal Firmani • Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:00 WIB

KERINGAN: Arman Jibril Aqila menunjukkan menu makan bergizi gratis yang didapatnya dari sekolahnya. Inset, Zahrotul Karimah, ahli gizi di RSUD Grati Kabupaten Pasur
KERINGAN: Arman Jibril Aqila menunjukkan menu makan bergizi gratis yang didapatnya dari sekolahnya. Inset, Zahrotul Karimah, ahli gizi di RSUD Grati Kabupaten Pasur

KEBERADAAN program makanan bergizi gratis (MBG) selama ramadan mendapat sorotan. Banyak masyarakat yang mempertanyakan nilai gizi dan kalori yang diberikan pada siswa. Lalu seperti apa idealnya makanan yang bisa dikonsumsi untuk berbuka.

Zahrotul Karimah, ahli gizi di RSUD Grati Kabupaten Pasuruan menyebut, kebutuhan gizi harian secara umum, berbeda. Untuk angka kecukupan gizi harian berdasarkan usianya membutuhkan kalori per hari yang tidak sama.

Siswa SD butuh sekitar 1650 kkal hingga 2000 kilo kalori (kkal), siswa SMP butuh 2400 kkal dan siswa SMA butuh 2650 kkal.

Kebutuhan sekali makan, misalnya di siang hari itu; siswa SD butuh antara 585 kkal sampai 683 kkal.

Sementara siswa SMP butuh sebanyak 668 kkal hingga 779 kkal. Sedangkan siswa SMA butuh 713 kkal - 831 kkal.

Agar mendukung proses pembelajaran dan aktifitas fisik lainnya tetap memperhatikan gizi seimbang.

"Komposisi gizi mulai dari kecukupan kalori, protein, lemak, karbohidrat dan juga serat," kata Rima-sapaannya.

Warga Sumberagung, Grati, Pasuruan ini menyebut porsi buka puasa sebaiknya 40 sampai 50 persen dari total kebutuhan harian. Saat berbuka puasa, sebaiknya fokus pada asupan gizi seimbang, tidak berlebihan dan hidrasi.

Asupan gizi seimbang ini artinya, menerapkan pedoman gizi seimbang; dengan Makan yang beraneka beragam. Dalam satu piring sekali makan terdiri dari 1/2 piring sayur dan buah, 1/4 piring lauk-pauk yang mengandung protein, dan 1/4 piring makanan pokok yang mengandung karbohidrat. 

Lalu perbanyak makan sayuran dan cukup buah-buahan dan mengonsumsi lauk-pauk berprotein tinggi seperti, daging, telur, ikan. Juga membatasi konsumsi makanan manis, asin dan berlemak. Hingga membiasakan sarapan pagi dan minum air cukup yang aman.

Prinsip ini menggantikan slogan lama "4 Sehat 5 Sempurna" dan kini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi harian yang disesuaikan dengan aktivitas tubuh.

"Selain pemenuhan kebutuhan gizi harian, gizi seimbang juga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan melakukan aktifitas fisik (olahraga) minimal 30 menit perminggu," kata Rima.

 

Konsumsi Tinggi Protein untuk Dukung Pertumbuhan

Siswa SD hingga SMA berada di masa pertumbuhan. Karena itu dianjurkan agar bisa mengonsumsi makanan yang beraneka ragam dan gizi yag cukup. Terutama konsumsi protein tinggi untuk mendukung masa tumbuh kembang.

Zahrotul Karimah menjelaskan, anak-anak tetap disarankan konsumsi air putih. Kebutuhan air putih harian anak bervariasi tergantung usia, aktivitas, dan berat badan.

Dengan rata-rata empat hingga delapan gelas (sekitar satu sampai dua liter) per hari untuk anak usia sekolah.

Menu MBG yang disediakan selama Ramadan disarankan dalam bentuk makanan kering. Namun unsur keamanan pangan harus diperhatikan, berupa umur simpan dari makanan paling tidak harus bisa tahan lebih dari satu hari atau paling tidak satu sampai tiga hari.

Rekomendasi menu MBG selama Ramadan dengan memperhatikan variasi pengolahan. Seperti telur bacem/telur pindang, nuget ikan, udang keju, udang rambutan, dimsum, dan dendeng kering.

Untuk alternatif buah utuh seperti pisang, salak, apel, jeruk. Karna bisa bertahan 1-3 hari dan tetap aman dikonsumsi.

Tantangan besar kepada para ahli gizi untuk memberikan variasi menu yang menarik selama ramadan.

Karena keseimbangan gizi tidak hanya dari angka kecukupan gizi, tapi juga varian dan jenis makanan yg diberikan terlebih untuk anak-anak.

"Membuat menu menjadi semenarik mungkin dengan variasi setiap harinya agar disukai anak anak," jelas lulusan D4 Gizi Klinik Politeknik Negeri Jember ini.

Bungsu tiga bersaudara ini mengatakan siswa juga harus mengonsumsi nasi dan sayur mayur untuk memenuhi kebutuhan harian.

Sementara mengonsumsi minuman manis atau makanan manis saat berbuka sah sah saja. Asal tidak mengonsumsi berlebihan, maka diperbolehkan. (riz/fun)

Editor : Abdul Wahid
#Mbg #menu makanan #makan bergizi