BEBERAPA pekan ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan varian baru virus influenza, super flu.
Apalagi dilaporkan jika virus ini telah masuk ke Indonesia dengan tingkat penularan yang sangat agresif dan menimbulkan gejala lebih berat.
Meskipun secara medis diidentifikasi sebagai influenza A subvarian H3N2 dengan subclade K, kecepatan penyebarannya telah memicu perhatian serius.
Karena kemampuannya memicu gejala yang lebih berat dibandingkan flu musiman biasa.
Penting untuk dipahami bahwa varian ini bukan sekedar flu biasa. Dengan risiko komplikasi yang lebih tinggi pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia), pemahaman tentang virus ini menjadi penting.
Spesialis Paru dr. Ratih Renata menuturkan, superflu adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gelombang flu Influenza A(H3N2) yang sedang melanda dunia dan Indonesia.
Varian ini pertama kali teridentifikasi di Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan dilaporkan telah menyebar di lebih 80 negara di dunia.
Istilah ini bukan nama ilmiah resmi, tapi merupakan julukan yang populer yang digunakan media dan lembaga kesehatan.
Alasannya, untuk menggambarkan betapa agresifnya varian ini dibandingkan influenza biasa.
Karakteristik utama dari Super Flu, kemampuan penyebaran yang sangat cepat di tengah populasi.
Hal ini disebabkan oleh mutasi genetik pada virus yang membuatnya lebih efektif dalam menginfeksi sel pernapasan manusia.
Meski di Pasuruan belum ada temuan kasus, namun dilaporkan di Indonesia sudah ada 62 pasien. Sebagian besar kasus ditemukan pada perempuan dan anak-anak.
"Jelasnya Super Flu memiliki gejala yang lebih berat dari virus influenza biasa. Perbedaan utamanya terletak pada derajat keparahan gejala," katanya.
Dokter yang praktik di RSUD Grati Kabupaten Pasuruan ini menyebut, flu biasa umumnya hanya menyebabkan demam ringan dan hidung meler. Namun Super Flu ini menunjukkan gejala klinis yang lebih parah.
Penderita biasanya mengalami demam tinggi. Bisa mencapai 39 sampai 41 derajat. Biasanya disertai dengan fisik terasa lemas dan lesu. Lalu mengalami gejala pilek, sakit pada tenggorokan, dan rasa mengganjal pada tenggorokan.
Penderita mengalami batuk dengan atau tanpa dahak dan sesak napas. Mengalami nyeri otot dan sendi serta penurunan nafsu makan.
Super flu ini bisa menyebar lewat kontak langsung. Melalui batuk, bersin, dan berbicara dalam jarak kurang dari satu meter dengan penderita.
Juga menyebar melalui kontak erat seperti jabat tangan dan menepuk badan. Atau menyentuh benda yang terpapar virus.
"Meskipun Super Flu lebih agresif dalam penularan, risiko kematian yang ditimbulkan secara umum tidak berbeda jauh dengan influenza musiman," jelas Ratih.
Meski begitu, tetap perlu waspada dan tidak boleh menyepelekan virus ini. Bahaya utama dari Super Flu bukanlah pada virusnya semata, melainkan pada komplikasi yang muncul.
Risiko akan lebih buruk jika virus ini menyasar anak-anak dan lansia, ibu hamil, atau orang dengan komorbid atau mengalami penyakit lebih dari satu secara bersamaan.
Misal, mereka yang mengalami penyakit asma, diabetes, atau penyakit jantung. Komplikasi yang muncul seperti pneumonia (infeksi paru-paru berat) atau infeksi pernapasan akut berat dapat memicu kegagalan organ jika tidak ditangani dengan cepat di fasilitas kesehatan.
Segera Konsultasi bila Merasa
SAAT mengalami gejala Super Flu, maka yang perlu dilakukan adalah konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Perbanyak konsumsi makanan yang bergizi dan minum vitamin. Lakukan etika batuk seperti menutup dengan tangan atau menggunakan sapu tangan dan minum obat sesuai anjuran dokter.
"Saat mengalami gejala Super Flu, maka gunakan masker saat bepergian atau berada di fasilitas umum dan perbanyaklah istirahat," sebut dr Ratih.
Ratih meminta agar masyarakat tidak panik dengan Super Flu. Masyarakat bisa melakukan langkah antisipasi dengan makan makanan yang bergizi dan beristirahat yang cukup.
Lalu lakukan vaksin influenza secara berkala. Juga jaga kebersihan diri dan lingkungan serta gunakan masker di tempat umum.
"Ingatlah selalu untuk menjaga kesehatan dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala," pungkasnya. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid