Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Inilah Preventive Dentistry: Cara Tepat Menjaga Gigi Anak

Achmad Arianto • Sabtu, 22 November 2025 | 18:00 WIB

 

 

PEMERIKSAAN: drg. Andina Muzayyanti memeriksa kondisi gigi pasien anak kecil. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk menjaga gigi tetap sehat.
PEMERIKSAAN: drg. Andina Muzayyanti memeriksa kondisi gigi pasien anak kecil. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk menjaga gigi tetap sehat.

GIGI anak begitu rentan terkena penyakit khususnya karies gigi. Kondisi demikian tentunya membuat anak sering merasakan sakit gigi. Karena itulah penting menjaga gigi anak sejak dini salah satunya dengan cara Preventive Dentistry.

Lebih baik mencegah daripada mengobati sejatinya memang begitu penting untuk diterapkan sebelum datangnya penyakit. Sebab penyakit yang datang membuat penderitanya begitu tersiksa. Apalagi hal itu dialami oleh anak-anak.

Gigi anak begitu rentan terkena penyakit karies gigi. Jika sudah terkena penyakit ini, maka pola dan nafsu makan anak-anak akan terganggu.

Dalam jangka panjang juga akan mempengaruhi masa pertumbuhan anak karena asupan gizi yang diperlukan tubuh belum terpenuhi secara maksimal.

Dokter Gigi di Puskesmas Pakuniran, drg. Andina Muzayyanti mengatakan, agar gigi anak tidak mudah terkena karies atau gigi berlubang, Kuncinya ada pada pencegahan sejak dini.

Sesuai dengan preventive dentistry yang kini semakin berkembang. Pencegahan dimulai dari rumah dengan membiasakan anak menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.

Karies gigi atau gigi berlubang tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui proses bertahap. Penyakit gigi ini terjadi saat anak sering makan makanan manis atau bertepung.

Lalu sisa makanan itu akan menempel di permukaan gigi. Bakteri alami di dalam rongga mulut kemudian mengubah sisa makanan tersebut menjadi asam.

Jika gigi jarang dibersihkan, asam akan menumpuk dan perlahan mengikis lapisan pelindung gigi atau email gigi. Lama-kelamaan, terbentuklah lubang kecil yang bisa semakin dalam dan besar hingga mengenai saraf gigi dan menimbulkan rasa sakit.

“Sikat gigi harus dilakukan terutama setelah sarapan dan sebelum tidur malam,” katanya.

Orang tua juga perlu mengatur pola makan anak dengan membatasi makanan manis, lengket, serta minuman bersoda atau kemasan. Lalu menggantinya dengan camilan sehat seperti buah potong, sayuran segar, yoghurt, kacang-kacangan untuk anak usia lebih besar. Serta minuman sehat pendamping seperti air putih dan susu tanpa gula tambahan.

Selain itu anak disarankan mulai diperkenalkan ke dokter gigi sejak usia dini. Bahkan begitu gigi pertamanya tumbuh, yaitu sekitar usia 6 bulan hingga 1 tahun.

Pada tahap ini, kunjungan bukan hanya untuk memeriksa kondisi gigi, tetapi juga sebagai langkah edukasi bagi orang tua tentang cara merawat gigi susu anak.

“Setelah itu, pemeriksaan gigi dianjurkan dilakukan secara rutin setiap 6 bulan sekali,” ucapnya.

Periksa Rutin Lebih Bagus

DENGAN membiasakan anak sejak kecil untuk periksa ke dokter gigi, perawatan gigi bisa dilakukan lebih mudah. Cara ini juga penting untuk mencegah terbentuknya karies sejak awal, sekaligus membuat anak terbiasa dan tidak takut saat ke dokter gigi di kemudian hari.

Dokter gigi bisa melakukan langkah preventif modern yang semakin populer, seperti aplikasi fluoride untuk memperkuat email gigi, atau dental sealant yaitu lapisan pelindung tipis yang ditempatkan di permukaan gigi geraham anak agar lebih tahan terhadap serangan asam dan bakteri.

“Tren kekinian ini disebut sebagai smart prevention, karena fokusnya bukan hanya mengobati setelah gigi rusak, melainkan melindungi gigi sebelum masalah muncul,” bebernya.

Pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali, orang tua dan anak bisa lebih tenang, karena dokter gigi dapat memantau pertumbuhan gigi sejak dini, memberi edukasi sesuai perkembangan usia, sekaligus memastikan anak tumbuh dengan senyum sehat, kuat, dan percaya diri.

Konsep ini kini menjadi tren modern karena lebih efisien, nyaman, dan ramah anak. Anak tidak perlu trauma dengan perawatan yang menyakitkan, kerusakan gigi bisa dicegah sejak awal.

“Singkatnya preventive dentistry merupakan cara cerdas menjaga gigi anak tetap sehat, kuat, dan indah sejak dini,” pungkasnya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid