PASURUAN, Radar Bromo – Komitmen dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) terus ditunjukkan UOBF Puskesmas Ngempit.
Salah satunya dengan inovasi PENITI BUMIL BERSANDI. Inovasi ini, memiliki kepanjangan dari Penanganan Dini Resiko Tinggi pada Ibu Hamil Bersama Dokter Internship.
PENITI BUMIL BERSANDI merupakan kegiatan pendampingan dan pemantauan pada ibu hamil (bumil) risiko tinggi.
Hal ini dilakukan oleh bidan desa setempat, berkolaborasi dengan dokter internship yang ditugaskan di Puskesmas Ngempit.
Inovasi ini merupakan kelanjutan dari inovasi Ning Dini Pesiar, yang bertujuan agar semua ibu hamil baik ibu hamil risiko rendah maupun risiko tinggi bisa tertangani lebih awal.
Ibu hamil juga bisa melakukan sharing tentang kehamilannya bersama dokter, serta untuk meningkatkan cakupan pelayanan ibu hamil paripurna dan pelayanan persalinan di Puskesmas Ngempit.
“Selain kegiatan pendampingan dan pemantauan kepada ibu hamil risiko tinggi, juga dilakukan pemberian edukasi terkait kesehatan selama kehamilan. Serta anjuran untuk hadir di kelas ibu hamil dan melalukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama hamil yang disertai dengan pemeriksaan USG. Selain itu, ibu bidan desa juga memastikan ibu hamil rutin minum MMS (Multiple Micronutrient Supplement) setiap hari selama masa kehamilan,” kata Kepala UOBF Puskesmas Ngempit Ibu drg Endang Zulmaliana.
Melalui inovasi yang terbentuk sejak pertengahan tahun 2024, hasilnya begitu nyata. Bisa dilihat pada AKI selama 5 tahun terakhir, hasilnya zero atau nihil. Dan AKB trendnya menurun.
“Sehingga melalui inovasi ini, diharapkan ibu hamil tetap sehat, bayi selamat dan derajat kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Ngempit jadi meningkat,” paparnya. (one)
Baca Juga: Puskesmas Bangil Punya Batik Wangi Sekarsari untuk Atasi Kanker Serviks dan Payudara
Editor : Moch Vikry Romadhoni