Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Vitiligo yang Bisa Disebabkan Genetik, Begini Penjelasan Dari Sisi Medis

Fuad Alyzen • Sabtu, 20 September 2025 | 15:35 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Vitiligo adalah penyakit kulit yang menyebabkan hilangnya pigmen (warna) pada kulit. Ini terjadi karena sel-sel yang memproduksi pigmen, yang disebut melanosit, berhenti berfungsi atau mati. Akibatnya, muncul bercak-bercak putih susu pada kulit di berbagai bagian tubuh. Bercak ini bisa berukuran kecil dan hanya beberapa, atau bisa meluas hingga menutupi area yang lebih besar.

 PENYEBAB vitiligo hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga kondisi ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, dengan penyakit autoimun sebagai pemicu utamanya.

Dokter Spesialis Dermatovenereologi dan Estetika di RSUD Grati dr. Faradiani Rasyidi menguraikan, faktor-faktor yang diduga berperan dalam munculnya vitiligo. Diantaranya penyakit autoimun.

Pada kondisi ini jelas dokter Fara-panggilan akrabnya, sistem kekebalan tubuh seseorang secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel pigmen atau melanosit pada kulit. Sel melanosit seharusnya memproduksi melanin, zat yang memberikan warna pada kulit, rambut, dan mata.

“Ketika sel-sel ini rusak, produksi melanin pun berhenti, sehingga muncul bercak putih,” sampainya.

Kemudian faktor keturunan atau genetik. Studi literatur menyatakan bahwa vitiligo bisa diturunkan dalam keluarga. Sekitar 20 persen penderita vitiligo memiliki anggota keluarga yang juga menderita kondisi serupa.

Para peneliti telah mengidentifikasi beberapa gen yang kemungkinan berhubungan dengan peningkatan risiko vitiligo.

Pemicu lainnya, meskipun tidak menjadi penyebab langsung, beberapa hal diyakini dapat memicu atau memperburuk vitiligo pada orang yang rentan, seperti stres berat, baik stres fisik maupun emosional.

Kerusakan kulit seperti luka bakar, luka sayat yang parah, paparan bahan kimia terutama bahan kimia tertentu di industri. “Pemicu lainnya  juga bisa dari sengatan matahari dan lainnya,” jelasnya.

 

Tidak Bisa Disembuhkan Total

 

VITILIGO bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang ras atau jenis kelamin. Kondisi ini dapat muncul pada usia berapa pun mulai anak-anak hingga lansia.

Namun vitiligo ini tidak menular. Vitiligo juga bukan penyakit yang mengancam jiwa. Vitiligo dapat ditangani. Walaupun vitiligo tidak bisa disembuhkan secara total.

Ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa membantu mengembalikan sebagian warna kulit. Atau minimalmemperlambat penyebaran bercak.

“Jika Anda atau orang yang Anda kenal memiliki gejala vitiligo, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Beberapa pilihan terapi bisa digunakan. Seperti pengunaan salep steroid, fototerapi,” imbau Fara.

Vitiligo tidak menyebabkan rasa sakit atau gatal. Namun, dampaknya bisa lebih kepada psikologis dan emosional. Seperti berkurangnya rasa percaya diri atau stres karena perubahan penampilan. (zen/fun)

Editor : Fandi Armanto
#vitiligo #kulit